in ,

Tim Prabowo Ungkap Kemungkinan Bakal Tambah Anggaran Program Makan Bergizi Gratis

Tim Prabowo Anggaran
FOTO: IST

Tim Prabowo Ungkap Kemungkinan Bakal Tambah Anggaran Program Makan Bergizi Gratis

Pajak.com, Jakarta – Ekonom Senior sekaligus Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo – Gibran Drajad Wibowo menyampaikan bahwa, anggaran Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp 71 triliun  bisa mengalami penyesuaian pada tahun 2025.

“Sementara kita strick di Rp 71 triliun, tapi nanti mungkin, kan Pak Prabowo diberi kebebasan untuk melakukan penyesuaian APBN-P (APBN Perubahan) ya. Kita harapkan nanti setelah kita tahu posturnya lebih rinci, di tahun 2025 kita lakukan perubahan,” jelas Drajad usai menghadiri acara Indonesia Future Policy Dialogue, dikutip pada Jumat (11/10).

Ekonom senior Institute for Development Economics and Finance (Indef) itu menegaskan bahwa, kemungkinan perubahan anggaran pada 2025 tersebut tergantung situasi ekonomi Indonesia. “Tapi nanti 2025 itu pasti akan ada perubahan-perubahan lagi. Disesuaikan dengan situasi yang ada di 2025,” tambahnya.

Drajad juga menyebut, kenaikan anggaran mungkin saja terjadi jika pendapatan negara pada 2025 meningkat secara signifikan. “Bisa dinaikkan kalau pendapatan negara bisa kita naikkan di titik signifikan,” katanya.

Ia menekankan bahwa peningkatan pendapatan negara menjadi kunci utama dalam mendukung program-program pemerintah. “Kunci dari pertumbuhan kita 2025 itu di pendapatan negara,” jelas Drajad.

Drajad menegaskan pentingnya meningkatkan pendapatan negara agar program-program seperti MBG dapat terus berlanjut. “Jadi kuncinya kita harus bisa genjot pendapatan negara itu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Badan Gizi Nasional (BGN) akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 800 miliar setiap hari untuk menjalankan Program MBG yang direncanakan dimulai pada 2 Januari 2025. Program ini merupakan salah satu inisiatif unggulan pemerintahan presiden terpilih Prabowo.

“BGN akan belanja Rp 1,2 triliun setiap hari untuk investasi SDM (Sumber Daya Manusia) masa depan. Sekitar 75 persen dari Rp 1,2 triliun itu untuk intervensi Makan Bergizi Gratis, itu kurang lebih Rp 800 miliar setiap hari,” ujar Kepala BGN Dadan Hindayana.

Adapun, angka sebesar Rp 800 miliar per hari tersebut akan digunakan untuk belanja produk pertanian dan peternakan yang terdiri dari daging, telur, sayur, serta susu. Program ini nantinya akan menyasar anak-anak sekolah dari jenjang PAUD hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), serta ibu hamil dan menyusui. Makanan bergizi akan dimasak dan didistribusikan setiap hari ke seluruh Indonesia.

Selain meningkatkan gizi masyarakat, program ini juga diharapkan akan menggerakkan ekonomi lokal dengan meningkatkan permintaan terhadap produk pertanian. Menurut Dadan, salah satu kelemahan ekonomi Indonesia selama ini adalah kurangnya likuiditas, dan program ini diharapkan bisa membantu mengatasinya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *