in ,

SMF Genjot Ekonomi Lokal Lewat Pembiayaan “Homestay” dan Pengembangan Komunitas di Jawa Tengah

Foto: Nadia Amila/Pajak.com

SMF Genjot Ekonomi Lokal Lewat Pembiayaan “Homestay” dan Pengembangan Komunitas di Jawa Tengah

Pajak.com, Solo – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperluas perannya dalam mendorong penguatan ekonomi lokal, tidak hanya melalui pembiayaan perumahan, tetapi juga lewat pemberdayaan masyarakat di sektor pariwisata. Salah satu program strategisnya adalah Kemitraan Pembiayaan Homestay dan Bantuan Pengembangan Komunitas Desa Wisata Kemuning, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Program ini difokuskan pada pembangunan dan revitalisasi lapangan outbound yang digunakan sebagai sarana rekreasi sekaligus pusat pelatihan bagi warga. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi penopang penting bagi pengembangan Desa Kemuning sebagai destinasi wisata berkelanjutan.

Sejak 2020, SMF telah menyalurkan pembiayaan Rp2,007 miliar untuk mendukung pembangunan serta pengelolaan 15 unit homestay yang dioperasikan langsung oleh masyarakat setempat. Program ini dirancang untuk memperkuat ekonomi desa melalui pariwisata berbasis komunitas, membuka peluang usaha baru, serta mendorong peningkatan pendapatan keluarga. Investasi ini memberikan dampak signifikan bagi Desa Kemuning, yang kemudian dinobatkan sebagai desa wisata oleh pemerintah daerah pada 2021.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF Bonai Subiakto menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pembangunan fasilitas, tetapi juga langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

“Melalui program kemitraan pembiayaan homestay, kami ingin membantu masyarakat di sekitar destinasi wisata agar dapat merasakan manfaat langsung dari potensi pariwisata di daerahnya. Tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga membangun kemandirian dan keberlanjutan ekonomi lokal,” ujar Bonai, dikutip Pajak.com pada Senin (17/11/25).

Desa Kemuning sendiri memiliki daya tarik wisata yang memadukan keindahan alam, petualangan, dan kekayaan budaya. Berlokasi di kaki Gunung Lawu, desa ini menawarkan hamparan kebun teh yang luas sebagai panorama utama agrowisata.

Wisatawan juga dapat menikmati beragam aktivitas petualangan seperti wisata jeep melintasi medan menantang hingga river tubing menyusuri aliran sungai yang sejuk. Dari sisi budaya, Desa Kemuning berada dekat Candi Cetho, bangunan bersejarah abad ke-15 dari masa akhir Kerajaan Majapahit, yang menjadi magnet penting bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Program SMF di Desa Kemuning dijalankan bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Madusuko Makmur yang berperan dalam pengelolaan serta monitoring fasilitas. Bonai menuturkan, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pariwisata berbasis komunitas mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

“Kami percaya bahwa pariwisata yang dikelola secara inklusif dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah. SMF berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program sosial yang sejalan dengan misi pemerintah dalam pemerataan pembangunan dan pengentasan kemiskinan,” tambahnya.

Tidak hanya di Karanganyar, sepanjang 2025, SMF juga menyalurkan bantuan pengembangan komunitas untuk Pelatihan Membatik di Desa Wisata Hilisimaetano, Nias, serta Program Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat di Desa Pagerharjo, Kulonprogo. Inisiatif ini menunjukkan bahwa SMF memandang pembangunan ekonomi daerah sebagai bagian integral dari mandatnya sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan.

Melalui langkah-langkah berkelanjutan ini, SMF tidak hanya memperluas akses pembiayaan perumahan, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang nyata melalui penguatan desa wisata, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat sebagai tulang punggung ekonomi lokal.

Dengan dukungan yang tepat sasaran, SMF optimistis sektor pariwisata daerah dapat menjadi sumber pertumbuhan baru yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *