Realisasi Penyaluran KUR UMKM Tembus Rp238 Triliun, Capai 83 Persen dari Target
Pajak.com, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor UMKM mencapai Rp238 triliun atau setara 83 persen dari total target Rp286 triliun pada 2025.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan bahwa angka tersebut hanya mencakup KUR khusus UMKM, tidak termasuk skema lain yang dikelola kementerian lainnya.
“Dari target yang sudah ditentukan Rp286 triliun, alhamdulillah sudah tersalurkan sebesar Rp238 triliun, jadi sekitar 83 persen,” kata Maman kepada awak media, dikutip Pajak.com pada Selasa (18/11/25).
Tak hanya itu, kinerja penambahan debitur baru juga menunjukkan hasil menggembirakan. Maman menjelaskan bahwa dari target 2,34 juta debitur baru, pencapaiannya telah mencapai 96 persen atau setara 2,25 juta debitur.
Menurut Maman, kinerja positif juga tampak pada debitur graduasi, yaitu pelaku UMKM yang naik kelas dari mikro ke kecil atau dari kecil ke menengah. Dari target 1,2 juta debitur, realisasinya telah melampaui target menjadi sekitar 1,3 juta atau setara 112 persen.
Dalam kesempatan itu, Mamam menjelaskan bahwa salah satu pencapaian penting dalam program KUR 2025 adalah realisasi penyaluran ke sektor produksi yang mencapai 60,7 persen. Capaian tersebut merupakan yang pertama dalam sejarah program KUR. Ia optimistis hingga akhir Desember porsi penyaluran ke sektor produksi akan meningkat hingga 61 persen.
“Lalu ada target juga ditugaskan kepada saya yang tadi Rp286 triliun, 60 persennya itu harus ke sektor produksi. Nah ini yang pertama kali sepanjang sejarah program KUR berdiri, baru sekarang kita terrealisasi, yaitu di angka 60,7 persen,” jelasnya.
Adapun, penyaluran KUR juga dinilai memberikan dampak luas terhadap penciptaan lapangan kerja. Berdasarkan pembahasan pemerintah, potensi penyerapan tenaga kerja dari program ini berkisar 8 hingga 11 juta orang.
Namun Maman tidak menampik bahwa tantangan terbesar masih terletak pada karakteristik ketenagakerjaan UMKM yang didominasi sektor informal. “Namun memang saya harus akui, masih ada tantangan penyerapan tenaga kerja di sektor UMKM ini rata-rata masih sektor informal,” ujarnya.
Karena itu, ke depan Kementerian UMKM menyiapkan strategi untuk mendorong transformasi pelaku UMKM dari sektor informal menuju sektor formal.
“Saya tadi mendapatkan amanah dan saya laporkan juga di komite bahwa target Kementerian UMKM ke depan, kita akan mengupayakan membuat program untuk yang dari sektor informal kita geser ke sektor formal,” jelas Maman.

Comments