in ,

Pemerintah Siapkan KUR Rp320 Triliun dengan Bunga “Flat” 6 Persen pada 2026

FOTO : IST

Pemerintah Siapkan KUR Rp320 Triliun dengan Bunga “Flat” 6 Persen pada 2026

Pajak.com, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menetapkan bahwa penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2026 akan mencapai Rp320 triliun dengan bunga flat sebesar 6 persen untuk seluruh tingkatan pengajuan. Kebijakan baru ini mulai berlaku awal Januari 2026.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan bahwa porsi penyaluran untuk sektor produksi pada 2026 ditingkatkan menjadi 65 persen, atau naik sekitar 5 persen dibandingkan sebelumnya.

Menurut Maman, pemerintah juga akan menghapus batas maksimal pengambilan KUR. Jika sebelumnya UMKM hanya dapat mengajukan hingga empat kali untuk sektor produksi dan dua kali untuk perdagangan, mulai 2026 pengajuan dapat dilakukan tanpa batas selama pelaku usaha masih memenuhi syarat.

“Terus saya tadi mendapatkan target di 2026 sebesar Rp320 triliun untuk didorong ke sektor UMKM. Lalu yang dialokasikan ke sektor produksi 65 persen,” kata Maman kepada awak media, dikutip Pajak.com pada Selasa (18/11/25).

Selain itu, pemerintah menyamaratakan suku bunga KUR. Jika pada aturan lama bunga meningkat pada setiap pengajuan ulang, mulai dari 6 persen hingga 9 persen, maka seluruh pengajuan pada 2026 dikenakan bunga yang sama. Perubahan ini diputuskan dalam rapat Komite Pembiayaan UMKM yang dipimpin Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Sekarang ini pengajuan pertama 6 persen. KUR yang kedua naik 7 persen. KUR yang ketiga naik 8 persen. KUR yang keempat naik 9 persen. Sekarang semua sama 6 persen. Jadi mau yang pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima, semua flat 6 persen,” imbuh Maman.

Ia menambahkan bahwa aturan teknis tengah dipersiapkan. Pemerintah sedang menyiapkan perubahan regulasi untuk menyesuaikan seluruh ketentuan baru KUR 2026, mulai dari penyaluran, bunga, hingga penghapusan batas pengajuan.

“Iya, [peraturannya] diubah nanti. Itu permenkonya nanti akan disiapkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian UMKM melaporkan bahwa realisasi penyaluran KUR untuk sektor UMKM hingga tahun berjalan telah mencapai Rp238 triliun atau 83 persen dari target Rp286 triliun pada 2025. Kinerja penambahan debitur baru juga menunjukkan progres tinggi, yaitu 96 persen dari target 2,34 juta debitur atau setara 2,25 juta debitur.

Selain itu, realisasi debitur graduasi melampaui sasaran. Dari target 1,2 juta debitur, jumlah yang tercapai sekitar 1,3 juta atau 112 persen. Adapun, salah satu capaian utama program KUR 2025 adalah porsi penyaluran ke sektor produksi yang sudah berada di level 60,7 persen.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *