in ,

Prabowo: Tidak Ada Tempat bagi “Serakahnomics” di Sektor Pangan dan Program MBG! 

Foto: Setkab

Prabowo: Tidak Ada Tempat bagi “Serakahnomics” di Sektor Pangan dan Program MBG! 

Pajak.com, Jakarta Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan memperkuat ketahanan pangan nasional sebagai fondasi dalam membangun generasi emas Indonesia. Menurutnya, tidak ada tempat bagi serakahnomics pada dua program prioritas itu.

Prabowo menekankan bahwa pemerintah akan menindak tegas praktik curang di sektor pangan, termasuk penimbunan dan manipulasi harga.

“Tidak ada ruang bagi oknum-oknum serakahnomics yang mengejar keuntungan dengan mengorbankan kesejahteraan rakyat. Usaha penggilingan-penggilingan beras skala besar harus mendapat izin khusus dari pemerintah kalau mereka masih mau bergerak di bidang ini. Kalau tidak, yang besar silahkanlah pindah ke bidang lain. Jangan main di atas kebutuhan dasar rakyat Indonesia,” jelas Prabowo pada Pidato Kenegaraan Presiden Indonesia dalam Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan, Jakarta, dikutip Pajak.com pada (17/8/25).

Ia memastikan keberpihakan pemerintah pada kemandirian pangan. Berbagai langkah strategis yang dilakukan pemerintah, antara lain pembukaan jutaan hektare sawah baru di Kalimantan, Sumatera, dan Papua, hingga pemangkasan birokrasi penyaluran pupuk agar langsung diterima petani.

“Hari ini kita surplus produksi beras. Stok cadangan beras nasional kita hari ini lebih dari 4 juta ton. Ini adalah tertinggi selama sejarah NKRI. Untuk pertama kali dalam puluhan tahun Indonesia bisa kembali mengekspor beras dan jagung. Saya perhatikan di mana-mana para petani tersenyum karena harga gabah stabil dan penghasilan mereka meningkat,” ungkap Prabowo.

Penegasan serupa juga berlaku pada program MBG. Prabowo mengingatkan bahwa MBG bukan hanya program sosial, tetapi investasi jangka panjang yang diakui Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) sebagai salah satu yang terbaik untuk sebuah bangsa. Dampak dari program ini juga telah terlihat melalui peningkatan kehadiran dan prestasi siswa di sekolah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di desa.

“Angka kehadiran anak di sekolah meningkat. Prestasi anak-anak di sekolah meningkat. Per hari ini sudah ada 5.800 Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi di 38 Provinsi. MBG telah menciptakan 290.000 lapangan kerja baru di dapur-dapur, dan melibatkan 1 juta petani nelayan peternak dan UMKM [usaha mikro kecil dan menengah]. MBG mendorong pertumbuhan ekonomi di desa-desa,” kata Prabowo.

Ia mengatakan, program MBG telah menjangkau 20 juta anak sekolah, anak prasekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui dalam kurun waktu tujuh bulan pelaksanaannya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Kepala Badan Gizi Nasional, saudara dan anggotamu telah bekerja dengan baik. Saya juga ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya MBG. TNI, Polri, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, ormas-ormas, koperasi-koperasi, yayasan-yayasan yang telah ramai-ramai terlibat dan bergotong-royong membentuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di seluruh provinsi Indonesia,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPR Puan Maharani mendefinisikan serakahnomics sebagai sebuah perilaku serakah yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Keuntungan para perusak itu sudah melampaui batas rasionalitas ilmu ekonomi dan nilai peradaban. Perilaku serakahnomics merupakan persoalan serius yang harus dihadapi bersama.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *