in ,

Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,4 Persen pada 2026

FOTO : IST

Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,4 Persen pada 2026

Pajak.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dapat mencapai 5,4 persen, seiring pengelolaan fiskal yang sehat, transformasi ekonomi yang efektif, dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Pemerintah juga memproyeksikan inflasi tetap terkendali di level 2,5 persen, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) berada di kisaran 6,9 persen, serta nilai tukar stabil pada sekitar Rp16.500 per dolar Amerika Serikat (AS).

Selain pertumbuhan ekonomi, Prabowo menargetkan sejumlah indikator makro lain pada 2026. Tingkat pengangguran terbuka diharapkan turun ke rentang 4,44 persen hingga 4,96 persen, sementara angka kemiskinan ditekan ke 6,5 persen sampai 7,5 persen.

Rasio Gini diturunkan ke 0,377 hingga 0,380, Indeks Modal Manusia ditingkatkan menjadi 0,57, serta Indeks Kesejahteraan Petani dan penciptaan lapangan kerja formal terus diperbaiki.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengingatkan juga bahwa dalam sepuluh bulan pertama pemerintahannya diwarnai tantangan besar di tengah lingkungan global yang dinamis.

“Tensi geopolitik terus memanas, perang tarif hingga perang fisik jadi ancaman bagi ekonomi global. Tata kelola dunia berubah drastis. Prinsip my country first menjadi semakin dominan, menekan ekonomi dan menimbulkan biaya tinggi bagi seluruh negara,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah bersama seluruh komponen bangsa bersatu untuk menjaga rakyat tetap terlindungi, stabilitas ekonomi terjaga, dan layanan publik berjalan efektif. Hasilnya, perekonomian Indonesia pada kuartal kedua 2025 tumbuh 5,12 persen year on year/yoy, lebih tinggi dari kuartal pertama yang mencapai 4,87 persen.

Prabowo merinci, lebih dari setengah pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi masyarakat yang meningkat 4,97 persen. Ekspor juga tumbuh kuat 10,67 persen, dengan nilai tambah dari hilirisasi menjadi penyumbang terbesar.

Data terkini menunjukkan, tingkat pengangguran berhasil ditekan menjadi 4,76 persen pada Februari 2025 dari 4,82 persen pada tahun sebelumnya. Sebanyak 3,6 juta lapangan kerja baru tercipta, sementara tingkat kemiskinan menurun menjadi 8,47 persen, terendah sepanjang sejarah Indonesia. Pemerintah juga menjaga inflasi di level rendah 2,4 persen demi melindungi daya beli, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah.

“Inilah bukti nyata, dengan kerja keras dan kesungguhan, kita mampu memperjuangkan nasib jutaan rakyat Indonesia untuk hidup lebih sejahtera,” pungkasnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *