in ,

Perkuat Fundamental Ekonomi Nasional, Pemerintah Gandeng Dunia Usaha

Perkuat Fundamental Ekonomi Nasional, Pemerintah Gandeng Dunia Usaha

Pajak.com, Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tetap inklusif, berdaya saing, sekaligus mampu menciptakan lapangan kerja baru.

“Kami terbuka untuk usulan-usulan terhadap kebijakan yang bisa membuat penciptaan lapangan kerja dan membuat masyarakat punya kesempatan,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan sambutan pada Luncheon Meeting bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) di Menara Kadin Kuningan, Jakarta, dikutip Pajak.com pada Senin (8/9/25).

Airlangga menyampaikan apresiasi kepada dunia usaha yang tetap optimistis di tengah dinamika politik dan ekonomi. Ia menegaskan, sinergi pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam paparannya, Airlangga membeberkan sederet langkah nyata pemerintah memperkuat sektor riil. Upaya tersebut mencakup revitalisasi industri padat karya, stimulus untuk sektor pariwisata, dukungan perumahan rakyat lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), program Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan subsidi upah, perluasan akses pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan petani, hingga kebijakan ketenagakerjaan.

Seiring masuknya lulusan baru ke pasar kerja, pemerintah juga mendorong perusahaan besar membuka kesempatan magang industri selama enam bulan dengan pemberian honorarium. Program ini ditujukan agar para lulusan mendapat pengalaman sekaligus menjadi sarana perusahaan menemukan talenta potensial.

Dukungan bagi sektor pariwisata diperkuat dengan pembukaan bandara-bandara internasional baru. Pelaku usaha diharapkan mampu memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat kawasan wisata unggulan di berbagai daerah.

Transformasi digital juga dipacu dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Airlangga menilai teknologi ini dapat menjadi mesin baru penyerapan tenaga kerja.

“Digitalisasi, termasuk AI, itu akan memperkerjakan tenaga kerja yang banyak. Nah, oleh karena itu, pengusaha akan mendorong itu. Jadi ini sekarang sebetulnya akselerasinya akan menjadi semakin tinggi. Tadi disampaikan untuk data labeling saja, itu membutuhkan 10 ribu tenaga kerja,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah mempercepat realisasi Proyek Strategis Nasional, termasuk rencana pembangunan Giant Sea Wall untuk melindungi pesisir dari dampak perubahan iklim. Proyek ini akan dijalankan bertahap dengan melibatkan kerja sama internasional, di antaranya Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, hingga negara-negara Eropa.

Di level global, Indonesia terus memperkuat posisinya. Airlangga menyampaikan bahwa perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) ditargetkan ditandatangani pada 23 September 2025. Indonesia juga melanjutkan perundingan dagang dengan Amerika Serikat (AS) serta mencatat kemenangan di World Trade Organization (WTO) dalam sengketa biodiesel dan nikel.

Seluruh langkah ini diarahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, memperluas lapangan kerja, sekaligus memperkuat daya saing. Pemerintah menegaskan akan memberikan kepastian hukum, insentif fiskal, serta menjaga stabilitas makro agar iklim usaha semakin kondusif.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *