in ,

Obligasi dan Sukuk Pegadaian Laris Manis, Permintaan Tembus Hampir Rp4 Triliun

Foto: Dok. Pegadaian

Obligasi dan Sukuk Pegadaian Laris Manis, Permintaan Tembus Hampir Rp4 Triliun

Pajak.com, Jakarta  PT Pegadaian sukses mencatatkan kinerja impresif di pasar modal. Penerbitan Obligasi Berkelanjutan dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan yang ditawarkan di pasar perdana tercatat oversubscribed dua kali lipat dari target emisi, menunjukkan tingginya minat investor terhadap instrumen ini. Data perusahaan mencatat total permintaan investor atau final demand mencapai Rp3,99 triliun, jauh melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp2 triliun.

Fenomena ini disebut oversubscription, yaitu ketika permintaan investor atas obligasi atau sukuk melebihi jumlah yang ditawarkan. Dalam praktik pasar modal, oversubscription menandakan keyakinan kuat investor terhadap prospek penerbit dan biasanya menjadi sinyal positif bagi stabilitas harga instrumen tersebut di pasar sekunder.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian Ferdian Timur Satyagraha menilai, respons pasar ini sebagai bentuk kepercayaan terhadap fundamental bisnis perusahaan.

“Capaian oversubscription ini menunjukkan dukungan dan keyakinan yang kuat dari investor terhadap kinerja dan prospek Pegadaian. Hasil ini juga menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan menghadirkan inovasi pembiayaan yang berkontribusi bagi masyarakat serta perekonomian nasional,” kata Ferdian melalui keterangan resminya, dikutip Pajak.com, Jumat (5/9/2025).

Sebagai BUMN yang sudah hadir lebih dari satu abad, lanjut Ferdian, Pegadaian terus berinovasi agar tetap relevan. Perusahaan ini tidak hanya mengandalkan produk gadai, tetapi juga memperluas layanan ke pembiayaan nongadai dan memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau masyarakat lebih luas.

“Tingginya minat ini dapat dilihat sebagai hasil dari strategi pendanaan yang prudent dan kinerja bisnis Pegadaian yang terus tumbuh,” imbuhnya.

Selain minat investor yang tinggi, Pegadaian juga berhasil menjaga efisiensi pendanaan. Rata-rata biaya dana atau Weighted Average Cost of Fund (WACOF) Pegadaian saat ini berada di level 6,11 persen. Ferdian bilang, hal ini menunjukkan pengelolaan finansial Pegadaian yang cermat dan efisien.

Ia pun menyebut bahwa keberhasilan ini tidak hanya menjadi kemenangan bagi Pegadaian, tetapi juga bagi ekosistem pasar modal Indonesia. Bukan itu saja, partisipasi investor yang tinggi menunjukkan kepercayaan terhadap instrumen berbasis BUMN.

“Dana dari penerbitan obligasi dan sukuk ini akan kami gunakan untuk memperluas akses pembiayaan, terutama bagi usaha mikro dan kecil, sekaligus memperkuat kontribusi Pegadaian terhadap perekonomian nasional,” tegasnya.

Ia menambahkan, penerbitan ini juga terlaksana berkat dukungan banyak pihak, mulai dari Indo Premier Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, BNI Sekuritas, DBS Sekuritas, BCA Sekuritas, Mandiri Sekuritas, hingga CIMB Sekuritas. Bank Mega bertindak sebagai wali amanat, dan didukung oleh konsultan hukum, tenaga ahli syariah, serta notaris.

Ferdian menegaskan, Pegadaian akan terus menjaga kepercayaan investor dan menjadikan pasar modal sebagai salah satu sumber pendanaan yang efektif.

“Berkat dukungan ini, langkah Pegadaian semakin mantap dalam mewujudkan misi untuk memberdayakan ekonomi masyarakat dengan semangat mengemaskan Indonesia,” tutup Ferdian.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *