in ,

Menkeu Purbaya Minta Maaf Atas Responsnya Soal Tuntutan 17+8: Saya Menteri ‘Kagetan’

Foto: Nadia Amila/Pajak.com

Menkeu Purbaya Minta Maaf Atas Responsnya Soal Tuntutan 17+8: Saya Menteri ‘Kagetan’

Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan permintaan maaf terkait respons awalnya mengenai Tuntutan 17+8 yang sempat menuai sorotan publik. Dalam kesempatan resmi, Purbaya mengaku masih beradaptasi dengan jabatan barunya sebagai Menkeu dan menyebut dirinya sebagai “menteri kagetan.”

Ia menambahkan, transisi dari posisinya sebelumnya sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ke jabatan Menkeu sangat berbeda. Jika di LPS relatif lebih tenang, kini setiap ucapan mendapat sorotan publik luas.

“Yang kedua, ini kan saya masih pejabat baru di sini. Menterinya juga menteri kagetan. Jadi kalau ngomong katanya, kalau kata Ibu Sri Mulyani, kayaknya koboy. Waktu di LPS sih enggak ada yang monitor, jadi saya tenang. Ternyata di keuangan beda, Ibu. Salah ngomong langsung dipelintir di sana-sini,” ujarnya kepada awak media di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip Pajak.com pada Rabu (10/9/25).

Karena itu, Purbaya menegaskan bahwa pernyataannya terdahulu mengenai Tuntutan 17+8 tidak dimaksudkan untuk meremehkan suara masyarakat. “Jadi kemarin kalau ada kesalahan, saya mohon maaf. Ke depan akan lebih baik lagi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Purbaya juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Sri Mulyani atas prestasi luar biasa yang telah membangun fondasi kokoh bagi fiskal Indonesia selama puluhan tahun terakhir. Ia berharap dapat melanjutkan capaian tersebut, sekaligus memohon doa dan bimbingan dari pendahulunya untuk perjalanan ke depan.

“Mudah-mudahan saya bisa meneruskan apa yang Ibu sudah buat di masa-masa lalu, Ibu. Dan saya mohon doanya dan bimbingan terus ke depan,” ungkap Purbaya.

Di akhir penyampaiannya, Purbaya meminta dukungan dan kesempatan untuk bekerja optimal sebelum kebijakannya dinilai. “Yang jelas saya akan berusaha semaksimal mungkin. Nanti minta juga petunjuk Ibu Sri Mulyani supaya kebijakan fiskal kita bisa bagus dan ekonomi secara keseluruhan bisa tumbuh lebih baik lagi. Jadi ke depan, teman-teman media, tolong beri saya waktu untuk bekerja dengan baik. Nanti kalau ada berapa bulan, baru anda bisa kritik habis-habisan,” tegasnya.

Untuk diketahui, usai dilantik, Purbaya memang sempat menanggapi munculnya gelombang Tuntutan 17+8 Rakyat yang digaungkan sejumlah kelompok masyarakat dan influencer. Ia menyebut aspirasi tersebut muncul dari sebagian kecil rakyat yang masih merasa kehidupannya belum tercukupi.

“Saya belum belajar itu. Tapi basically begini. Itu kan suara sebagian kecil rakyat kita. Kenapa? Mungkin sebagian ngerasa keganggu hidupnya masih kurang ya,” tutur Purbaya saat diwawancarai awak media pada Senin (8/9/25).

Ia menilai bahwa keresahan tersebut akan teratasi apabila pertumbuhan ekonomi mampu didorong ke level lebih tinggi. “Saya ciptakan pertumbuhan ekonomi 6 persen, 7 persen itu akan hilang dengan otomatis. Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak dibandingkan mendemo,” imbuhnya.

Namun, Purbaya menegaskan bahwa target pemerintah bukanlah angka tertentu semata, melainkan percepatan pertumbuhan yang optimal dan realistis. “Bukan bakal dikejar 8 persen. Kita akan kejar secepat, ciptakan pertumbuhan yang paling cepat, seoptimal mungkin. Kalau Anda bilang bisa enggak besok 8? Kalau saya bilang bisa kan saya nipu. Tapi kita bergerak ke arah sana,” jelasnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *