in ,

Menkeu Purbaya Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas pada 2026

Menkeu Purbaya Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas pada 2026

Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan optimisme pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas pada 2026. Keyakinan tersebut disampaikan seiring langkah awal pemerintah yang dinilai berhasil membalikkan tren perlambatan ekonomi sejak akhir 2025.

Purbaya menjelaskan bahwa respons kebijakan yang cepat menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus stabilitas sosial dan politik.

Menurut Purbaya perlambatan ekonomi sempat terjadi pada Agustus hingga September 2025 dan berada pada level yang sangat rendah. Kondisi tersebut dinilai berisiko apabila tidak segera diatasi.

“Kalau kita lihat Agustus-September turun ke level yang rendah sekali. Kita tahu kalau nggak dibalik, stabilitas sosial, politik akan terganggu. Karena itu, ekonomi harus segera dibalik agar stabilitas terjaga”, kata Purbaya dalam sebuah acara, dikutip Pajak.com pada Senin (19/1/26).

Untuk memastikan pemulihan berjalan berkelanjutan, Purbaya menekankan pentingnya percepatan belanja negara dan perbaikan iklim investasi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang berkualitas pada awal 2026. Salah satu langkah konkret yang disiapkan pemerintah adalah pembentukan satuan tugas percepatan dan debottlenecking guna mengurai hambatan investasi dan mendorong sektor riil.

“Jadi kita akan mendorong pertumbuhan riil sector. Stabilitas dan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan kita ciptakan. Dan kalau mereka butuh subsidi atau insentif, kita akan pertimbangkan sesuai dengan keadaan. Ke depan, moneter akan jalan, fiskal jalan, dan private sector jalan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga mengakui bahwa pada tahap awal, efektivitas kebijakan sempat tertahan akibat respons kebijakan moneter yang belum sepenuhnya sejalan. Namun, kondisi tersebut kini mulai teratasi melalui penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter.

“Kami diskusi lagi dengan Bank Sentral, sekarang sudah dapat titik tengah, gimana cara memperbaiki sistem ini dengan baik agar fiskal moneter lebih sinkron,” imbuhnya.

Melalui forum tersebut, pemerintah menegaskan arah kebijakan ekonomi ke depan akan difokuskan pada pertumbuhan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Kemenkeu memastikan komitmen untuk menjaga stabilitas makroekonomi, memperkuat koordinasi lintas kebijakan, serta mendorong berbagai perbaikan struktural agar dampaknya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat dan dunia usaha pada 2026.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *