in ,

MIND ID dan Pertamina Hilirisasi Batu Bara Pengganti LPG

MIND ID dan Pertamina Hilirisasi Batu Bara Pengganti LPG

Pajak.com, Jakarta – Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID dan PT Pertamina (Persero) memperkuat kolaborasi strategis dalam mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian energi nasional. Kerja sama keduanya difokuskan pada percepatan hilirisasi batu bara menjadi produk energi alternatif pengganti liquefied petroleum gas (LPG).

Melalui teknologi proses gasifikasi, batu bara akan diubah menjadi Synthetic Natural Gas (SNG), selanjutnya diproses pemurnian dan didehidrasi menjadi Dimethyl Ether (DME), sebagai energi alternatif pengganti LPG. Langkah transformatif ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama strategis antara Pertamina dan MIND ID yang disaksikan oleh Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara Sigit Puji Santoso pada pekan lalu.

Sigit menyampaikan bahwa kerja sama antara Pertamina dan MIND ID mencerminkan pendekatan terintegrasi dalam pembangunan sistem energi nasional. Sebagai negara besar Indonesia sangat membutuhkan diversifikasi energi yang mampu menopang pembangunan.

Inisiatif tersebut menjadi wujud nyata peran aktif kolaborasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) energi dan pertambangan dalam menjalankan mandat yang diberikan pemerintah guna mendukung agenda hilirisasi serta industrialisasi melalui pemanfaatan teknologi gasifikasi batu bara.

“Kolaborasi dan sinergi antar-BUMN strategis dapat memperkuat fondasi energi nasional. Hilirisasi berbasis teknologi menjadi instrumen penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya domestik sekaligus membangun sistem energi yang lebih tangguh, efisien, dan berorientasi jangka panjang,” jelas Sigit dalam keterangan tertulis, dikutip Pajak.com (14/1/26).

Dalam kolaborasi ini, Pertamina memainkan peran sebagai offtaker dan agregator infrastruktur distribusi. Dengan keunggulan jaringan distribusi yang dimiliki, Pertamina memastikan hasil hilirisasi batu bara, seperti DME, SNG, dan metanol—dapat terserap dan tersalurkan secara efektif kepada masyarakat maupun industri sebagai substitusi energi yang didapatkan melalui impor.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah tonggak sejarah bagi kedaulatan energi Indonesia.

“Sebagai tulang punggung energi nasional, kami berkomitmen mengoptimalkan infrastruktur distribusi Pertamina untuk mendukung hilirisasi ini melalui kerja sama dengan MIND ID. Ini adalah langkah nyata dalam mengurangi ketergantungan pada impor LPG dan memastikan energi yang lebih terjangkau tersedia bagi rakyat, sejalan dengan target swasembada energi pemerintah,” ujar Simon.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya memperkuat struktur industri nasional melalui pengembangan rantai nilai mineral, batu bara, dan energi di dalam negeri.

“Melalui kerja sama dengan Pertamina, MIND ID berkomitmen mendorong hilirisasi yang memberikan nilai tambah ekonomi, mengurangi ketergantungan impor, meningkatkan daya saing, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang,” jelas Maroef.

Kementerian ESDM memproyeksikan konsumsi LPG nasional akan mencapai 10 juta metrik ton (MT) pada 2026, sementara produksi domestik baru mencapai 1,3–1,4 juta MT.

Sinergi Pertamina dan MIND ID melalui pemanfaatan coal to DME dan coal to SNG menjadi solusi strategis untuk menutup defisit tersebut menggunakan kekayaan alam domestik, sebagai upaya untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian sektor energi nasional.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *