Kinerja 7 Anak Usaha Hulu Pertamina yang Dominasi Produksi Migas Nasional
Pajak.com, Jakarta – PT Pertamina (Persero) memperkuat sektor hulu dengan mendorong peningkatan kinerja produksi minyak dan gas (migas). Melalui Pertamina Hulu Energi, perseroan membeberkan kinerja tujuh (7) anak usaha hulu yang mendominasi produksi migas nasional.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron memastikan bahwa Pertamina berkomitmen terus meningkatkan produksi migas untuk mendukung target swasembada energi nasional.
“Seluruh program strategis Pertamina dirancang untuk selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam memperkuat swasembada energi melalui penerapan dual growth strategy,” ujar Baron dalam keterangan tertulis, dikutip Pajak.com (28/11/25).
Menurut Baron, strategi ganda yang dijalankan Pertamina fokus pada memaksimalkan bisnis legasi migas dan mempercepat transisi energi rendah karbon. Bisnis migas tetap menjadi andalan dalam memperkuat ketahanan energi nasional, sehingga Pertamina terus melakukan inovasi dan improvisasi untuk meningkatkan kinerja hulu migas.
Di tengah tekanan parameter global dan penurunan laju produksi migas alami (declining natural rate), Pertamina mencatatkan produksi migas sebesar 1.032 juta barrel setara minyak, sampai dengan bulan Oktober 2025.
“Di sisi operasional produksi migas tetap terjaga di atas 1 juta barel setara minyak. Ini tentunya menunjukkan komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi dan memberi nilai terbaik bagi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” imbuh Baron.
Secara nasional, Pertamina mengelola 24 persen blok migas yang berkontribusi terhadap produksi minyak sebesar 69 persen dan gas 37 persen dari total produksi nasional.
Kinerja 7 Anak Usaha Hulu Pertamina
Dalam daftar Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), berikut tujuh usaha hulu Pertamina yang mendominasi produksi migas nasional:
- Exxon Mobil Cepu Ltd: PI Pertamina 45 persen (153.900 bph);
- Pertamina Hulu Rokan (151.02 bph);
- Pertamina EP (68.497 bph);
- Pertamina Hulu Energi ONWJ (25.501 bph);
- Pertamina Hulu Mahakam (23.639 bph);
- Pertamina Hulu Energi OSES (17.177 bph); dan
- Pertamina Hulu Sanga-Sanga (13.105 bph).
Selain itu, Pertamina juga mendukung target net zero emission (NZE) 2060 dengan terus mendorong berbagai program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

Comments