Dukung 8 Agenda Prioritas Presiden, Ini Strategi Menkeu Purbaya Jaga RAPBN Tetap Sehat
Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk menjaga Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 tetap sehat, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan zaman. Purbaya menekankan, RAPBN 2026 disusun untuk mendukung delapan agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto yang mencakup aspek fundamental perekonomian hingga peningkatan kualitas hidup rakyat.
Purbaya menjelaskan bahwa RAPBN 2026 akan difokuskan untuk mendukung delapan agenda prioritas, mulai dari ketahanan pangan, ketahanan energi, Makan Bergizi Gratis (MBG), pendidikan bermutu, kesehatan berkualitas, pembangunan desa, koperasi dan UMKM, penguatan pertahanan semesta, hingga akselerasi investasi dan perdagangan global.
“RAPBN 2026 difokuskan untuk mendukung 8 agenda prioritas,” kata Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, dikutip Pajak.com pada Kamis (11/9/25).
Ia menambahkan, RAPBN 2026 tidak hanya diarahkan untuk menopang pembangunan, tetapi juga harus tetap sehat secara fiskal agar mampu mengantisipasi gejolak ekonomi global. “Sejalan dengan hal tersebut, agar RAPBN mampu merespons dinamika perekonomian dan menjawab tantangan serta mendukung agenda pembangunan, maka RAPBN akan terus dijaga agar tetap sehat dan berkelanjutan. Untuk itu, sejumlah strategi akan ditempuh,” jelasnya.
Menurut Purbaya, strategi pertama yang akan dijalankan adalah meningkatkan kualitas belanja negara. Belanja pemerintah, kata dia, harus lebih fokus pada agenda prioritas, efisien, produktif, dan sinergis sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.
Purbaya menegaskan bahwa penerimaan negara juga menjadi perhatian penting. Ia menyampaikan bahwa pemerintah akan mengoptimalkan pendapatan negara dengan tetap menjaga iklim investasi melalui efektivitas reformasi perpajakan untuk meningkatkan kepatuhan, menyesuaikan sistem perpajakan dengan struktur perekonomian dan sistem perpajakan global, serta mendorong optimalisasi pengelolaan sumber daya alam, aset negara, dan inovasi layanan.
Tak hanya itu, strategi ketiga yang ditekankan Purbaya adalah mendorong pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan. Ia memastikan bahwa kebijakan utang tetap berada dalam batas aman, sekaligus memperkuat instrumen lain untuk mengantisipasi ketidakpastian.
“Hal ini ditempuh dengan mengendalikan utang dalam batas aman, mensinergikan peran Danantara untuk akselerasi investasi produktif, dan memanfaatkan sisa anggaran lebih atau SAL, untuk mengantisipasi ketidakpastian, serta memperkuat koordinasi dan kolaborasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan, dalam mendukung stabilitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja,” paparnya.
Melalui strategi pengelolaan fiskal yang hati-hati dan adaptif, Purbaya menegaskan bahwa fungsi APBN sebagai instrumen utama pembangunan akan terus dijaga.
“Melalui pengelolaan APBN yang sehat tersebut, maka tiga fungsi utama APBN yaitu alokasi, stabilisasi, dan distribusi dapat berfungsi efektif untuk mendukung berbagai program pemerintah, meredam berbagai guncangan, dan meningkatkan kesejahteraan demi mencapai cita-cita bangsa yakni Indonesia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera,” pungkas Purbaya.

Comments