in ,

Trump Ketok Tarif 15 Persen untuk Produk Jepang, Janjikan Investasi 550 Miliar Dolar AS

550 Miliar Dolar AS
FOTO: IST

Trump Ketok Tarif 15 Persen untuk Produk Jepang, Janjikan Investasi 550 Miliar Dolar AS

Pajak.com, Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kesepakatan dagang besar dengan Jepang, yang disebutnya sebagai perjanjian terbesar yang pernah dibuat antara kedua negara. Trump mengungkapkan bahwa Jepang akan berinvestasi sebesar 550 miliar dolar AS ke dalam ekonomi negara Paman Sam itu, dan AS akan menerima 90 persen dari total keuntungan investasi tersebut.

Menurut Trump, kerja sama dengan Jepang ini akan menciptakan ratusan ribu lapangan kerja baru di AS.“Jepang akan berinvestasi, atas arahan saya, sebesar 550 miliar dolar ke Amerika Serikat, dan AS akan menerima 90 persen dari keuntungannya,” tulis Trump dalam unggahannya di platform Truth Social, dikutip Pajak.com pada Rabu (23/7/25).

Baca Juga  Aturan Baru P3B: Praktisi Soroti Tantangan Perluasan Pengujian “Beneficial Owner” bagi Wajib Pajak

Trump menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak hanya mencakup investasi, tetapi juga pembukaan pasar Jepang terhadap produk-produk asal AS. Menurut Trump, Jepang akan membuka negaranya untuk perdagangan berbagai komoditas penting.

“Mungkin yang paling penting, Jepang akan membuka negaranya untuk perdagangan, termasuk mobil dan truk, beras dan beberapa produk pertanian lainnya, serta barang-barang lain,” tulisnya.

Dalam kesempatan itu, Trump menyebut momen ini sebagai “masa yang sangat menggembirakan” bagi perekonomian AS dan menegaskan bahwa hubungan baik antara Amerika dan Jepang akan terus terjaga. “Jepang akan membayar tarif timbal balik sebesar 15 persen kepada Amerika Serikat. Kami akan terus menjaga hubungan yang luar biasa dengan Jepang,” tutupnya.

Baca Juga  GNV Consulting Kupas PMK 112/2025: Penggunaan “Tax Treaty” Kini Lebih Ketat

Untuk diketahui, Trump beberapa waktu lalu mengirim surat resmi kepada Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba yang berisi ancaman untuk menaikkan tarif resiprokal menjadi 25 persen mulai 1 Agustus 2025. Angka ini lebih tinggi dari tarif sebesar 24 persen yang sebelumnya diumumkan pada 2 April lalu.

Langkah ini diambil menyusul sikap alot Jepang dalam proses perundingan perdagangan bilateral yang tengah berjalan. Jepang merupakan salah satu mitra dagang utama AS, sehingga tekanan tarif ini menjadi bagian dari strategi negosiasi perdagangan yang agresif.

AS sendiri mencatatkan defisit perdagangan barang sebesar 68,5 miliar dolar AS dengan Jepang pada tahun lalu. Total impor dari Jepang mencapai 148,2 miliar dolar AS, sementara ekspor AS ke Jepang hanya sebesar 79,7 miliar dolar AS.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *