Setoran PNBP ke Negara Capai Rp444,9 Triliun, Sekitar 94,2 Persen dari Target APBN
Pajak.com, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp444,9 triliun hingga 30 November 2025. Capaian tersebut setara sekitar 94,2 persen dari target PNBP dalam postur APBN tahun 2025.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menjelaskan bahwa target PNBP tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp477 triliun. Target tersebut telah memperhitungkan perubahan mekanisme setoran dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN), di mana sekitar Rp80 triliun dividen tidak lagi disetorkan ke APBN, melainkan ke Danantara. Oleh karena itu, realisasi Rp444,9 triliun dinilai masih berada dalam jalur yang sesuai dengan perencanaan fiskal.
“Realisasi PNBP Rp444,9 triliun, kalau dilihat ke APBN postur sebenarnya PNBP ini targetnya adalah Rp477 triliun,” kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTA, dikutip Pajak.com pada Minggu (21/12/25).
Secara rinci, PNBP dari sektor sumber daya alam (SDA) migas tercatat sebesar Rp94,0 triliun. PNBP SDA nonmigas mencapai Rp125,8 triliun, sementara PNBP dari kekayaan negara yang dipisahkan, yang berasal dari dividen BUMN, tercatat Rp11,9 triliun.
Selain itu, PNBP lainnya mencapai Rp111,9 triliun dan PNBP yang bersumber dari Badan Layanan Umum (BLU) terealisasi sebesar Rp90,9 triliun.
Dari sisi kinerja sektoral, PNBP SDA mengalami tekanan dibandingkan tahun sebelumnya. PNBP SDA migas terkontraksi sekitar 12,4 persen secara tahunan. Tekanan ini dipengaruhi oleh pelemahan Indonesian Crude Price (ICP), penurunan lifting gas bumi, serta lifting minyak bumi yang meskipun meningkat dibandingkan tahun lalu, masih berada di bawah asumsi dasar APBN.
Sementara itu, PNBP SDA mineral dan batu bara (minerba), yang berkontribusi sekitar 92 persen terhadap total PNBP SDA nonmigas, masih mampu tumbuh 0,7 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan tarif PNBP dari komoditas mineral sebagai dampak implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2025.
Namun demikian, kinerja sektor ini juga menghadapi tantangan akibat penurunan harga batu bara serta pengaruh kombinasi faktor lainnya, termasuk pergerakan nilai tukar.
Secara keseluruhan, realisasi PNBP Januari hingga November 2025 tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau terkontraksi 14,8 persen secara tahunan. Meski demikian, pemerintah menilai capaian tersebut masih sejalan dengan target APBN, mengingat adanya penyesuaian struktural pada komponen PNBP, khususnya terkait dividen BUMN, serta dinamika harga dan volume komoditas global yang memengaruhi kinerja penerimaan negara.

Comments