Purbaya: Orang Bea Cukai Pintar Cuma Perlu Didorong-dorong!
Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai bahwa sumber daya manusia di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC/Bea Cukai) memiliki kapasitas dan kecerdasan yang mumpuni, namun tetap membutuhkan dorongan kuat agar transformasi organisasi berjalan optimal.
Purbaya menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah memperbaiki Bea Cukai secara menyeluruh melalui penguatan teknologi dan peningkatan kualitas SDM. Dengan demikian, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menargetkan waktu sekitar satu tahun untuk melakukan pembenahan Bea Cukai.
Menurutnya, perkembangan yang terlihat dalam beberapa minggu terakhir sudah menunjukkan hasil yang cukup baik, sekaligus membuktikan bahwa aparatur Bea Cukai sebenarnya mampu bergerak cepat ketika diberi dorongan yang tepat.
“Kira-kira kita minta waktu satu tahun untuk memperbaiki Bea Cukai. Ini kan beberapa minggu aja udah kayak gini, udah lumayan nih. Artinya mereka mampu memang perlu didorong-dorong aja,” ujar Purbaya kepada awak media di Jakarta, dikutip Pajak.com pada Senin (15/12/25).
Ia menegaskan bahwa Bea Cukai diisi oleh orang-orang pintar sehingga tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan terhadap kemampuan internal. Namun, Purbaya juga memberi sinyal bahwa evaluasi tetap akan dilakukan secara berkelanjutan. Apabila dalam satu tahun ke depan tidak terlihat kemajuan yang signifikan, maka opsi kebijakan untuk membekukan Bea Cukai bisa saja dipertimbangkan.
“Jadi digebuk-gebuk, dorong-dorong lah. Mereka orang pintar, jadi kita enggak usah khawatir. Nanti kalau setahun ke depan enggak ada kemajuan, mungkin kita akan mikir hal itu,” tegasnya.
Meski demikian, Purbaya menekankan bahwa saat ini masih terlalu dini untuk membahas langkah ekstrem seperti pembekuan pegawai Bea Cukai. Menurutnya, arah kebijakan yang ditempuh pemerintah bukanlah pada penindakan personal, melainkan pada perbaikan sistem secara maksimal.
“Tentang pembekuan pegawai. Masih belum ke sana langkahnya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa strategi utama pemerintah adalah memperkuat Bea Cukai melalui pemasangan teknologi sebanyak mungkin serta pelatihan SDM Bea Cukai secara intensif. Purbaya mencontohkan kemampuan petugas yang kini dapat mengidentifikasi jenis barang hanya dari hasil pemindaian, sesuatu yang menurutnya tidak mudah dilakukan tanpa keahlian khusus.
“Tadi kan lihat tuh, orang gambar itu bisa tahu itu apa, barangnya apa. Lo aja pusing kan? Enggak tau itu tekstil, cuman gulung-gulung aja,” ucapnya.
Menurut Purbaya, Bea Cukai telah melatih puluhan pegawai dengan kemampuan khusus tersebut. Ia menilai keahlian semacam ini sangat berharga dan sulit dibentuk dalam waktu singkat, sehingga harus dijaga dan dipertahankan dengan baik.
“Jadi kita udah melatih cukup banyak orang, tadi udah bilang 60 orang ya. Yang punya kemampuan seperti itu lah, kalau ada anjing pelacak yang jago. Itu susah melatihnya. Yang itu yang mesti kita maintain,” katanya.
Purbaya menegaskan bahwa langkah pembenahan Bea Cukai sudah jelas dan sejalan dengan komitmen internal institusi. Ia memastikan bahwa semangat untuk melakukan perbaikan juga datang dari jajaran Bea Cukai sendiri.
“Karena kalau membangun yang baru mungkin enggak segampang itu. Jadi kita luruskan aja semuanya. Jadi langkah kita itu. Dirjennya juga clear. Komitmen yang terbaiknya teman-teman Bea Cukai juga sama,” pungkas Purbaya.

Comments