in ,

Menghadap Prabowo, Airlangga Sebut Indonesia Tawarkan Skema Perdagangan yang Adil Saat Negosiasi Tarif Trump

Airlangga
FOTO: IST

Menghadap Prabowo, Airlangga Sebut Indonesia Tawarkan Skema Perdagangan yang Adil Saat Negosiasi Tarif Trump

Pajak.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan langsung hasil kunjungannya ke Amerika Serikat (AS), kepada Presiden Prabowo Subianto pada Senin (28/4). Menurutnya, fokus utama dalam kunjungan tersebut adalah negosiasi terhadap kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, yang berdampak langsung pada produk ekspor unggulan Indonesia.

Delegasi Indonesia, yang dipimpin Airlangga, telah menjalin pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan di AS, termasuk United States Trade Representative (USTR), Secretary Commerce, Secretary Treasury, serta Director of National Economic Council.

Tak hanya dengan pemerintah, diskusi juga dilakukan dengan sejumlah pelaku industri besar seperti Semikonduktor Industry Association, Amazon, Boeing, Microsoft, hingga Google. Indonesia juga memanfaatkan momentum tersebut untuk berdialog dengan negara mitra lainnya seperti Australia dan Korea Selatan.

Baca Juga  GNV Consulting Kupas PMK 112/2025: Penggunaan “Tax Treaty” Kini Lebih Ketat

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga menyampaikan bahwa secara prinsip, tawaran Indonesia yang dituangkan dalam surat pada tanggal 7 dan 9 mendapat apresiasi dari pihak AS karena dinilai cukup komprehensif. Isi surat tersebut tidak hanya membahas tarif, tetapi juga mencakup hambatan non-tarif serta rencana Indonesia untuk menyeimbangkan neraca perdagangan.

“Jadi kita sebut itu fair and square. Neraca perdagangannya sekitar 19 million dolar AS, kita berikan lebih dari 19,5 million dolar AS,” ungkap Menko Airlangga dalam Keterangan Pers terkait Hasil Kunjungan ke AS di Istana Negara, dikutip Pajak.com pada Selasa (29/4).

Airlangga juga menyampaikan bahwa dalam rangka mempererat kerja sama ekonomi bilateral, salah satu perusahaan besar Indonesia, Indorama, akan berinvestasi sebesar 2 miliar dolar AS di Louisiana, AS, untuk pengembangan sektor blue ammonia. Isu mengenai critical minerals juga menjadi bagian penting dalam pembahasan dengan pemerintah AS, mengingat posisi Indonesia sebagai negara dengan potensi sumber daya mineral strategis.

Baca Juga  Aturan Baru P3B: Praktisi Soroti Tantangan Perluasan Pengujian “Beneficial Owner” bagi Wajib Pajak

Indonesia, kata Airlangga, juga mendorong agar komoditas ekspor utamanya ke AS tidak dikenai tarif yang lebih tinggi dibandingkan negara pesaing seperti Vietnam atau Bangladesh. Ia menegaskan pentingnya kesetaraan dalam skema tarif agar terjadi level playing field yang adil, yang memungkinkan pelaku usaha Indonesia dapat bersaing secara setara di pasar global.

Dalam pertemuan dengan Prabowo, Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah AS telah menugaskan USTR untuk melanjutkan perundingan teknis. Sebagai dasar kelanjutan dialog, kedua negara telah menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA), yang memastikan bahwa proses negosiasi bersifat rahasia dan terbatas hanya untuk diketahui kedua belah pihak.

“Secara geopolitik tentu Indonesia dianggap penting oleh Amerika. Dan tadi saya laporkan ke Bapak Presiden, Bapak Presiden memberikan arahan bahwa apa yang kita tawarkan itu adalah win-win solution. Dan kita tidak membedakan satu negara dengan negara lain, jadi artinya relatif apa yang kita tawarkan adalah apa yang sedang kita lakukan di dalam negeri,” jelas Airlangga.

Baca Juga  GNV Consulting Kupas PMK 112/2025: Penggunaan “Tax Treaty” Kini Lebih Ketat

Menurutnya, sebagai bentuk kesiapan nasional dalam merespons negosiasi strategis ini, Prabowo telah menyetujui pembentukan tiga Satuan Tugas (Satgas). Ketiga Satgas tersebut mencakup Satgas Perluasan Kesempatan Kerja dan Mitigasi PHK, Satgas Peningkatan Iklim Investasi dan Percepatan Perizinan Berusaha, serta Satgas Perundingan Perdagangan, Investasi, dan Keamanan Ekonomi.

Dengan dibentuknya Satgas tersebut, diharapkan dapat mendorong percepatan proses perundingan antara Pemerintah Indonesia dengan AS.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *