in ,

Kanwil DJP Jabar III Bukukan Penerimaan Pajak Rp 25,11 T

Kanwil DJP Jabar III Bukukan Penerimaan Pajak
FOTO: Tiga Dimensi

Kanwil DJP Jabar III Bukukan Penerimaan Pajak Rp 25,11 T

Pajak.com, Bandung – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Barat (Kanwil DJP Jabar) III bukukan penerimaan pajak sebesar Rp 25,11 triliun hingga 31 Oktober 2024. Penerimaan ini mencapai 75,82 persen dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024.

“Penerimaan pajak Kanwil DJP Jawa Barat III memiliki pertumbuhan mencapai 7,8 persen secara year-on-year (yoy),” ungkap Kepala Kanwil DJP Jabar III Romadhaniah (Nia) dalam keterangan tertulis yang diterima Pajak.com, (29/11).

Ia menyebut, dari sisi sektoral, seluruh sektor usaha dominan tumbuh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini tecermin dari kinerja industri pengolahan sekitar (1,7 persen) yoy, perdagangan (7 persen), dan konstruksi & real estat (16,3 persen).

“Dari sisi subsektor, mayoritas subsektor usaha dominan tumbuh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, diantaranya perdagangan besar sekitar 7,8 persen (yoy), real estat (10,9 persen), dan industri kertas, karet, serta plastik (14,8 persen),” urai Nia.

Adapun laporan kinerja Kanwil DJP Jabar III ini disampaikan usai terselenggaranya Konferensi Pers (Konpres) Assets Liabilities Committee (ALCO) Regional Jabar Edisi November 2024, pada (28/11), di Bandung.

Dalam konpres itu dilaporkan bahwa penerimaan pajak Kanwil DJP di Jabar tercatat sebesar Rp 95,865 triliun hingga 31 Oktober 2024. Kinerja ini tumbuh positif sebesar 4,93 persen atau sebesar Rp 4,507 triliun.

Baca Juga  Kanwil DJP Jabar III Beri Penghargaan ke 110 Pembayar Pajak Terbesar 2023, Ini Daftarnya 

Dari total pertumbuhan tersebut, Pajak Penghasilan (PPh) non-minyak dan gas (nonmigas) mengalami peningkatan sebesar 10,01 persen atau Rp 4,453 triliun. Sedangkan, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) tumbuh 0,13 persen atau sebesar Rp 12 miliar, serta pertumbuhan Pajak Bumi Bangunan (PBB) sebesar 12,06 persen atau Rp 60 miliar.

Secara total, pendapatan negara di Jabar tercatat sebesar Rp 125,31 triliun, sementara belanja terealisasi Rp 104,28 triliun. Dengan demikian, APBN di Jabar mencatatkan surplus sebesar Rp 21,03 triliun.

Secara simultan, pertumbuhan ekonomi di Jabar tercatat sebesar 4,91 persen pada kuartal III-2024, inflasi 1,92 persen, indeks harga konsumen (IHK) mencapai 106,70, neraca perdagangan surplus di angka 2,24 miliar dollar Amerika Serikat (AS), ekspor 3,24 miliar dollar AS, serta impor 1 miliar dollar AS.

Pemerintah meyakini bahwa kinerja APBN hingga Oktober 2024 mencerminkan peranan APBN yang optimal dalam mendukung stabilitas ekonomi Jabar. Namun demikian, dinamika geopolitik global, perlambatan ekonomi global, dan kebijakan ekonomi AS pascapemilu terus menjadi perhatian Pemerintah Indonesia. Sebab faktor tersebut akan berpengaruh terhadap perekonomian nasional sehingga memerlukan mitigasi secara komprehensif.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

-1 Points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *