Dongkrak Ekspor dan Tenaga Kerja, Bea Cukai Beri Fasilitas Kawasan Berikat ke Dua Perusahaan Manufaktur
Pajak.com, Jawa Tengah – Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC/Bea Cukai) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng DIY) memberikan fasilitas kawasan berikat kepada dua perusahaan manufaktur yaitu PT Aroma Footwear Indonesia dan PT Donglong Textile Semarang. Fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas pasar global, dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.
Kawasan berikat merupakan insentif fiskal dan kemudahan prosedural bagi perusahaan eksportir. Manfaatnya meliputi penangguhan bea masuk, pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), serta kemudahan pengelolaan arus barang. Insentif ini ditujukan untuk mendorong efisiensi produksi dan memperkuat posisi industri nasional di pasar global.
Pemberian fasilitas kepada PT Aroma Footwear Indonesia berlangsung pada Jumat (25/7/25). Berbasis di Kabupaten Tegal, perusahaan ini memproduksi sepatu olahraga, sepatu kasual, dan komponen sepatu seperti sol dan lapisan laminasi. Seluruh produknya ditujukan untuk ekspor ke Inggris, Amerika Serikat (AS) Kanada, Eropa, dan sejumlah negara Asia.
Sejak mulai beroperasi pada 2021, PT Aroma Footwear Indonesia telah berinvestasi sebesar Rp32 miliar. Tahun ini, perusahaan menyerap 5.500 tenaga kerja dan menargetkan 10.000 pekerja pada 2026.
Nilai ekspor tahun 2025 mencapai Rp21 miliar dan diproyeksikan melonjak menjadi Rp2,2 triliun pada 2029. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. Fasilitas kawasan berikat ini akan kami manfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan efisiensi produksi dan memperluas pangsa pasar ekspor,” ujar Direktur PT Aroma Footwear Indonesia Lan Hui Jen dalam keterangan resmi, dikutip Pajak.com pada Senin (11/8/25).
Fasilitas serupa juga diserahkan kepada PT Donglong Textile Semarang pada acara di Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, di Sragen, Jawa Tengah. Perusahaan ini memproduksi berbagai produk tekstil, mulai dari bantal, seprai, bed cover, jaket, hingga winter boot, untuk diekspor ke Jepang, AS, dan Eropa.
PT Donglong Textile Semarang telah menanamkan investasi sebesar Rp400 miliar untuk periode 2024–2028. Perusahaan menargetkan perekrutan 1.000 tenaga kerja pada 2025, yang akan meningkat menjadi 7.000 pekerja pada 2028.
Nilai ekspor tahun ini diproyeksikan mencapai 900.000 dolar AS, dengan target melonjak menjadi 17,5 juta dolar AS pada 2028. “Kami sangat berterima kasih atas fasilitasi yang diberikan. Kami berkomitmen untuk memanfaatkan fasilitas ini secara optimal demi meningkatkan produktivitas dan daya saing ekspor,” ujar Direktur PT Donglong Textile Semarang Fang Yongkang.
Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Humas Kanwil Bea Cukai Jateng DIY R. Megah Andiarto menegaskan bahwa langkah ini adalah bukti nyata dukungan pemerintah terhadap pertumbuhan industri nasional.
“Melalui pemberian fasilitas ini, kami berharap perusahaan-perusahaan dapat lebih efisien dan kompetitif dalam mendukung ekspor nasional serta berkontribusi dalam peningkatan perekonomian daerah,” pungkas Megah.

Comments