in ,

Survei BI: Penyaluran Kredit Baru pada Kuartal II-2025 Meningkat

Survei BI: Penyaluran Kredit Baru pada Kuartal II-2025 Meningkat
FOTO: IST

Survei BI: Penyaluran Kredit Baru pada Kuartal II-2025 Meningkat

Pajak.com, Jakarta – Hasil survei Bank Indonesia (BI) mengindikasi bahwa penyaluran kredit baru pada kuartal II-2025 meningkat dibanding kuartal sebelumnya. Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) mencapai 85,22 persen, naik signifikan dari 55,07 persen di kuartal I-2025.

Pertumbuhan tersebut terutama bersumber dari Kredit Modal Kerja (SBT 88,34 persen) dan Kredit Investasi (SBT 77,54 persen). Sementara itu, Kredit Konsumsi tercatat sedikit melemah dibanding kuartal I-2025, yaitu dari SBT 59,25 persen menjadi 57,76 persen.

Pelemahan Kredit Konsumsi terutama disebabkan oleh menurunnya permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) yang hanya mencatat SBT 53,26 persen, serta Kredit Multiguna yang turun menjadi SBT 26,40 persen.

Di sisi lain, beberapa segmen Kredit Konsumsi justru menunjukkan pertumbuhan. Permintaan Kartu Kredit naik ke SBT 69,80 persen, Kredit Tanpa Agunan mencapai 46,13 persen, dan Kredit Kendaraan Bermotor naik menjadi 10,96 persen dibanding kuartal sebelumnya.

“Pertumbuhan permintaan kredit baru tersebut didorong oleh Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resminya, dikutip Pajak.com pada Kamis (24/7/25).

Memasuki kuartal III-2025, penyaluran kredit baru diperkirakan tetap tumbuh meski lebih moderat. BI mencatat, prakiraan penyaluran kredit baru pada kuartal III-2025 berada pada level SBT sebesar 81,71 persen.

Meski tren positif terus berlanjut, bank tetap menunjukkan sikap berhati-hati. Hal ini terlihat dari Indeks Lending Standard (ILS) sebesar 0,08 pada kuartal II-2025, yang menunjukkan pengetatan standar penyaluran kredit. Pengetatan itu mencakup plafon kredit, premi risiko, agunan, serta persyaratan administratif.

Pada kuartal III-2025, standar penyaluran kredit diperkirakan relatif sama, dengan nilai ILS sebesar 0,02.

Secara keseluruhan, industri perbankan tetap optimistis terhadap prospek penyaluran kredit hingga akhir 2025. Optimisme ini ditopang oleh ekspektasi terhadap stabilitas ekonomi dan kondisi moneter yang tetap terjaga.

“Responden memperkirakan outstanding kredit sampai dengan akhir tahun 2025 tetap tumbuh. Kondisi tersebut antara lain ditopang oleh prospek kondisi ekonomi dan moneter yang tetap baik serta relatif terjaganya risiko dalam penyaluran kredit,” ujar Ramdan.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *