in ,

Singapura Jadi Investor Asing Terbesar di Indonesia pada Semester I-2025

Singapura Investor Asing Terbesar di Indonesia
FOTO: IST

Singapura Jadi Investor Asing Terbesar di Indonesia pada Semester I-2025

Pajak.com, Jakarta – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, Singapura kembali menjadi negara asal investor asing terbesar di Indonesia. Sepanjang semester I-2025, total nilai investasi dari negara tersebut mencapai 8,8 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara 32,4 persen dari total Penanaman Modal Asing (PMA) yang masuk ke Indonesia.

“Singapura itu 10 tahun lebih selalu menjadi negara di urutan pertama sebagai investor terbesar,” ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani dalam konferensi pers, dikutip Pajak.com pada Rabu (30/7/25).

Peringkat kedua ditempati oleh Hong Kong dengan nilai investasi 4,6 miliar dolar AS atau 17 persen, diikuti oleh Republik Rakyat Tiongkok (RRI) sebesar 3,6 miliar dolar AS (13,2 persen), Malaysia 1,7 miliar dolar AS (6,4 persen), dan Jepang dengan 1,6 miliar dolar AS (6 persen). Kelima negara tersebut menyumbang lebih dari 75 persen total PMA yang masuk ke Indonesia sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

Bila ditelusuri berdasarkan subsektor, investasi terbesar dari PMA berasal dari industri logam dasar, barang logam bukan mesin dan peralatannya dengan nilai mencapai 7,3 miliar dolar AS atau 27 persen.

Subsektor pertambangan menempati posisi kedua dengan 2,4 miliar dolar AS (8,9 persen), disusul oleh jasa lainnya sebesar 2,2 miliar dolar AS (8,1 persen), transportasi, gudang, dan telekomunikasi 1,7 miliar dolar AS (6,3 persen), serta industri kimia dan farmasi 1,6 miliar dolar AS (5,9 persen).

Sementara itu, dari sisi gabungan PMA dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), subsektor industri logam dasar juga mendominasi dengan kontribusi Rp134,4 triliun atau 14,3 persen. Transportasi, gudang, dan telekomunikasi menyusul dengan Rp110,7 triliun (11,7 persen).

Kemudian pertambangan Rp102,2 triliun (10,8 persen), jasa lainnya Rp85,7 triliun (9,1 persen), dan perumahan, kawasan industri, serta perkantoran Rp75 triliun (8 persen).

Jika dilihat berdasarkan asal modal PMDN, subsektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi menjadi kontributor terbesar dengan nilai investasi Rp83,6 triliun (16,4 persen). Pertambangan menyusul dengan Rp63,1 triliun (12,4 persen), lalu perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp53 triliun (10,4 persen), perdagangan dan reparasi Rp51,1 triliun (10 persen), dan jasa lainnya Rp50,6 triliun (9,9 persen).

Secara keseluruhan, distribusi sektor ekonomi menunjukkan dominasi sektor tersier dengan kontribusi sebesar 45,4 persen, disusul sektor sekunder sebesar 39,2 persen dan sektor primer 15,4 persen.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *