Realisasi Investasi Bidang Hilirisasi Tembus Rp144,5 Triliun pada Kuartal II-2025
Pajak.com, Jakarta – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi di sektor hilirisasi pada kuartal II-2025 mencapai Rp144,5 triliun. Angka ini setara 30,2 persen dari total nilai investasi nasional pada periode yang sama, serta tumbuh 36,8 persen dibanding kuartal II tahun sebelumnya.
“Realisasi dari investasi di bidang hilirisasi ini ternyata cukup signifikan dan meningkat dari tahun ke tahun,” ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, dikutip Pajak.com pada Rabu (30/7/25).
Jika dirinci berdasarkan sektor utama, mayoritas investasi hilirisasi masih didominasi oleh bidang mineral, dengan nilai mencapai Rp96,2 triliun. Komoditas unggulan dalam kategori ini adalah nikel sebesar Rp46,3 triliun, diikuti tembaga Rp22,3 triliun, bauksit Rp14,8 triliun, serta besi baja Rp9,5 triliun. Investasi juga masuk ke hilirisasi pasir silika, emas, perak, logam tanah jarang, dan lainnya senilai Rp4,1 triliun.
Bidang perkebunan dan kehutanan menyusul dengan total investasi Rp36,3 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari kelapa sawit (Rp18,7 triliun), kayu log (Rp13,1 triliun), karet (Rp5,1 triliun), serta komoditas lain seperti pala, kelapa, kakao, dan biofuel.
Adapun sektor minyak dan gas bumi mencatat investasi sebesar Rp10,7 triliun, terdiri dari minyak bumi Rp4,8 triliun dan gas bumi Rp5,9 triliun. Investasi hilirisasi di bidang perikanan dan kelautan tercatat Rp1,3 triliun, mencakup komoditas seperti garam, tuna, cakalang, tongkol, udang, rumput laut, hingga tilapia.
Dari sisi wilayah, lima provinsi tercatat sebagai penerima investasi hilirisasi terbesar. Sulawesi Tengah berada di posisi puncak dengan realisasi Rp25,7 triliun atau 17,8 persen dari total nasional.
Jawa Barat berada di urutan kedua sebesar Rp15,2 triliun (10,5 persen), disusul oleh Maluku Utara Rp15 triliun (10,4 persen), Nusa Tenggara Barat Rp10,7 triliun (7,4 persen), dan Jawa Timur Rp8,5 triliun (5,9 persen).
Realisasi Hilirisasi Semester I-2025 Naik Signifikan Dibanding Tahun Lalu
Sepanjang Semester I-2025, nilai investasi hilirisasi nasional telah mencapai Rp280,8 triliun atau 29,8 persen dari keseluruhan investasi. Pertumbuhan secara tahunan mencapai 54,8 persen.
Dari sektor mineral, total investasi sebesar Rp193,8 triliun, dengan nikel tetap dominan senilai Rp94,1 triliun, disusul tembaga Rp30,6 triliun dan bauksit Rp27,7 triliun. Sementara besi baja mencatatkan Rp21,5 triliun, dan timah Rp3,5 triliun.
Perkebunan dan kehutanan menyumbang Rp67,4 triliun, didominasi kelapa sawit sebesar Rp31,6 triliun, kayu log Rp29,4 triliun, serta karet Rp2,2 triliun. Realisasi di sektor minyak dan gas bumi naik menjadi Rp17,3 triliun, sedangkan perikanan dan kelautan mencatatkan Rp2,3 triliun.
Lima wilayah dengan capaian tertinggi selama semester pertama adalah Sulawesi Tengah Rp55,4 triliun (19,7 persen), Maluku Utara Rp33,9 triliun (12,1 persen), Jawa Barat Rp28,7 triliun (10,2 persen), Jawa Timur Rp18,3 triliun (6,5 persen), dan Nusa Tenggara Barat Rp17,9 triliun (6,4 persen).

Comments