Ini Cara BEI Dampingi Perusahaan Menengah hingga Besar untuk IPO
Pajak.com, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan konsistennya dalam menggulirkan berbagai program untuk mendorong perusahaan melakukan penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO). Program ini tidak hanya difokuskan pada perusahaan besar, namun juga menjangkau pelaku usaha menengah yang memiliki potensi berkembang melalui akses pendanaan publik.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyebutkan bahwa BEI memiliki program pembinaan bagi calon emiten agar memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai proses hingga kewajiban sebagai entitas publik.
“BEI menyelenggarakan program edukasi dan pendampingan bagi calon emiten, mulai dari go public workshop, coaching clinic, one-on-one meeting, hingga networking event,” jelas Nyoman dalam keterangan tertulis, dikutip Pajak.com (7/10/25).
Ia optimistis cara tersebut dapat mempercepat transformasi perusahaan menuju IPO sekaligus memperluas akses terhadap ekosistem pasar modal. BEI juga memperkuat kolaborasi dengan kementerian/lembaga (K/L), asosiasi pengusaha, perbankan, serta mitra strategis lainnya. Meski demikian, BEI memastikan tetap mengevaluasi ketat proses IPO.
“BEI menerapkan evaluasi ketat yang tidak hanya berfokus pada aspek formal, tetapi juga mencakup keberlangsungan usaha, kualitas tata kelola, dan kompetensi manajemen dari calon perusahaan tercatat,” jelas Nyoman.
Menurutya, perusahaan dalam antrean (pipeline) IPO memiliki kualitas yang baik. Per 26 September 2025, terdapat 11 perusahaan berada dalam pipeline akan melangsungkan IPO di BEI. Dari jumlah perusahaan itu, sebanyak empat perusahaan beraset skala besar di atas Rp250 miliar dan tujuh perusahaan beraset skala menengah antara Rp50 miliar – Rp250 miliar.
Secara total, jumlah emiten BEI merupakan yang terbanyak ke-2 di ASEAN dengan total 956 perusahaan hingga Mei 2025.
“BEI tengah menyusun kajian strategis IPO bersama berbagai pemangku kepentingan untuk memahami peluang dan tantangan, sekaligus memperkuat regulasi serta infrastruktur pasar modal,” ungkap Nyoman.
Selain IPO saham, BEI juga gencar mengedukasi instrumen pendanaan lain berupa obligasi, sukuk, dan efek beragun aset untuk memperkaya alternatif pembiayaan serta diversifikasi investasi.

Comments