in ,

BEI Tambah Frekuensi Distribusi Ringkasan Perdagangan untuk Perkuat Kepercayaan Investor

Foto: Aprilia Hariani

BEI Tambah Frekuensi Distribusi Ringkasan Perdagangan untuk Perkuat Kepercayaan Investor

Pajak.com, Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tambah frekuensi distribusi ringkasan (summary) perdagangan untuk memperkuat kepercayaan investor yang mulai berlaku pada 25 Agustus 2025. Sebagaimana diketahui, sebelumnya informasi data ringkasan perdagangan hanya diberikan BEI pada akhir hari perdagangan.

“Kini BEI juga melakukan distribusi informasi tersebut pada akhir sesi 1 perdagangan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BEI untuk senantiasa meningkatkan layanan, serta kemudahan akses informasi bagi seluruh pemangku kepentingan guna membantu pengambilan keputusan investasi yang lebih baik,” ungkap Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan tertulis, dikutip Pajak.com (26/8/25). 

Kautsar menjelaskan, BEI melakukan penyempurnaan dengan menambah distribusi delapan file data pada akhir sesi I perdagangan. File tersebut berisi summary aktivitas transaksi berdasarkan kode domisili investor, data indeks yang tercatat di BEI, dan rekapitulasi perdagangan berdasarkan tipe investor.

Baca Juga  AEI Perkuat Fundamental Emiten Indonesia di Tengah Guncangan Global

“Seluruh file tersebut didistribusikan menggunakan format yang sama dengan distribusi pada [sesi I] akhir hari perdagangan, sehingga mengurangi perubahan teknis oleh anggota bursa maupun pelanggan data lainnya. Investor dapat menghubungi anggota bursanya masing-masing untuk melihat informasi tersebut,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik berharap penambahan frekuensi informasi ini dapat membantu pelaku pasar dalam memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai dinamika partisipasi investor sekaligus mendukung proses pengambilan keputusan dalam bertransaksi di BEI.

“Penyempurnaan distribusi data sejalan dengan misi BEI untuk terus meningkatkan layanan kepada pelaku pasar. Kami percaya langkah ini akan memperkuat kepercayaan investor sekaligus mendukung peningkatan likuiditas pasar,” jelas Jeffrey.

Secara simultan, BEI mendorong seluruh anggota bursa agar memanfaatkan dan mengolah lebih lanjut informasi tersebut untuk didistribusikan kepada seluruh investor pasar modal Indonesia.

“BEI juga mengajak seluruh pihak untuk memanfaatkan informasi yang tersedia sebagai bahan analisis yang lebih menyeluruh dalam menyusun strategi investasi yang lebih baik dan bijak,” pungkas Jeffrey.

Sebagai informasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) periode 18 – 22 Agustus 2025 menurun pada level 7.858,851 dari sebelumnya 7.898,375 pada pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar BEI juga mengalami penurunan sebesar 0,81 persen menjadi Rp14.131 triliun dari Rp14.247 triliun. Seirama dengan itu, rata-rata nilai transaksi harian BEI turun sebesar 15,95 persen menjadi Rp17,92 triliun dari Rp21,32 triliun.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *