Bank Indonesia Catat NPI Kuartal II-2025 Defisit Terkendali, Cadangan Devisa Tetap Kuat
Pajak.com, Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II-2025 mengalami defisit sebesar 6,7 miliar dolar Amerika Serikat (AS), namun cadangan devisa hingga akhir Juni 2025 tetap tinggi, yakni 152,6 miliar dolar AS.
Nilai tersebut setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
“Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia pada kuartal II-2025 tetap terjaga. Defisit transaksi berjalan tercatat rendah di tengah perlambatan ekonomi global dan harga komoditas. Sementara itu, transaksi modal dan finansial mencatat defisit yang terkendali di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan dalam keterangan resminya, dikutip Pajak.com pada Sabtu (23/8/25).
Pada kuartal II-2025, transaksi berjalan mencatat defisit sebesar 3,0 miliar dolar AS atau 0,8 persen dari PDB. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kuartal I-2025 yang hanya defisit 0,2 miliar dolar AS (0,1 persen dari PDB).
BI mencatat, neraca perdagangan non-migas tetap surplus meski nilainya menurun seiring melambatnya ekonomi global dan turunnya harga komoditas. Sebaliknya, defisit perdagangan migas justru menurun, dipengaruhi harga minyak dunia yang lebih rendah.
Namun, defisit neraca pendapatan primer meningkat karena naiknya pembayaran dividen dan bunga/kupon sesuai pola musiman.
Sementara itu, neraca pendapatan sekunder mengalami surplus lebih besar, terutama karena meningkatnya remitansi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan bertambahnya aliran hibah dari luar negeri.
Pada sisi lain, transaksi modal dan finansial kuartal II-2025 mencatat defisit 5,2 miliar dolar AS. Meski defisit, kinerjanya dinilai tetap terkendali.
Investasi langsung justru meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya, mencerminkan optimisme investor asing terhadap prospek ekonomi Indonesia dan iklim investasi domestik. Namun, investasi portofolio mencatat defisit karena adanya aliran keluar modal asing, terutama pada instrumen surat utang dalam negeri.
Adapun investasi lainnya mencatat surplus, salah satunya dipicu penarikan pinjaman luar negeri oleh sektor swasta. Kombinasi faktor inilah yang membuat neraca modal dan finansial tetap seimbang meski dalam tekanan pasar global yang penuh ketidakpastian.
Ke depan, BI memperkirakan kinerja NPI 2025 akan tetap sehat. Defisit transaksi berjalan diproyeksikan berada pada kisaran rendah 0,5 persen hingga 1,3 persen dari PDB, sementara transaksi modal dan finansial diperkirakan surplus seiring masuknya aliran modal asing.
“Dengan perkembangan tersebut, NPI pada kuartal II-2025 mencatat defisit 6,7 miliar dolar AS dan posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2025 tetap tinggi sebesar 152,6 miliar dolar AS, atau setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah,” ungkap Junanto.
Menurut Junanto, posisi cadangan devisa tersebut berada di atas standar kecukupan internasional, yakni sekitar tiga bulan impor.
BI menegaskan akan terus mencermati dinamika global yang berpotensi memengaruhi stabilitas eksternal Indonesia. “terus memperkuat respons bauran kebijakan yang didukung sinergi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait, guna memperkuat ketahanan sektor eksternal,” pungkasnya.

Comments