Usai Hengkang dari Kemenkeu, Sri Mulyani Bakal Mengajar di University of Oxford
Pajak.com, Jakarta – Usai hengkang dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Sri Mulyani Indrawati dipastikan akan kembali ke dunia akademik. Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) tersebut bakal mengajar di University of Oxford melalui program World Leaders Fellowship pada 2026, sebuah langkah baru setelah lebih dari satu dekade berada di pucuk kepemimpinan kebijakan fiskal Indonesia.
Sebagaimana diketahui, Purbaya Yudhi Sadewa resmi menggantikan Sri Mulyani sebagai Menkeu sejak 8 September 2025, setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto dalam Kabinet Merah Putih. Sementara itu, Sri Mulyani melanjutkan kiprahnya di panggung internasional melalui program prestisius tersebut.
Adapun, World Leaders Fellowship dirancang bagi para pemimpin global yang tengah memasuki fase transisi dari jabatan pemerintahan menuju peran publik berikutnya. Dalam program ini, Sri Mulyani akan terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari mentoring mahasiswa dan alumni, mempertemukan para pemimpin dunia, hingga mengeksplorasi pendekatan-pendekatan inovatif dalam kebijakan dan tata kelola pemerintahan.
“Merupakan sebuah kehormatan bagi saya untuk bergabung dengan Blavatnik School of Government sebagai World Leaders Fellow di University of Oxford, institusi yang mempertemukan berbagai perspektif untuk merefleksikan kebijakan publik dan tantangan tata kelola yang dihadapi di seluruh dunia,” kata Sri Mulyani sebagaimana dikutip Pajak.com dari laman resmi Blavatnik School of Government, pada Kamis (11/12/25).
Sri Mulyani berharap dapat mendukung generasi pembuat kebijakan selanjutnya agar siap memimpin dengan integritas, kompetensi, dan martabat di tengah lingkungan global yang semakin kompleks.
“Saya berharap dapat memberikan kontribusi secara bijaksana kepada komunitas ini, berbagi pengalaman sambil terus belajar, serta mendukung generasi pembuat kebijakan berikutnya,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dekan pendiri Blavatnik School Ngaire Woods menyampaikan antusiasme atas bergabungnya Sri Mulyani dalam program tersebut. Ia menilai kehadiran mantan Menkeu itu akan memberikan nilai besar bagi lingkungan akademik dan para calon pemimpin publik dari berbagai belahan dunia.
Ia menyampaikan bahwa mahasiswa di institusi tersebut berasal dari lebih dari 60 negara untuk mengasah kemampuan di bidang pelayanan publik, termasuk dalam jabatan terpilih, dan ia merasa sangat gembira karena mereka akan mendapatkan kesempatan untuk belajar dari beliau.
“Kami sangat senang Sri Mulyani bergabung dengan Blavatnik School untuk membagikan pengalaman luasnya dalam perumusan kebijakan ekonomi global. Dan saya sangat gembira mereka akan memiliki kesempatan untuk belajar dari beliau,” tuturnya.
Selama kariernya, Sri Mulyani mencatat sejarah sebagai Menkeu pertama yang menjabat di bawah tiga Presiden Indonesia secara berturut-turut. Ia juga menerima penghargaan “Best Minister in the World” pada 2018.
Saat berada di Bank Dunia, ia ditunjuk sebagai Direktur Pelaksana dan Kepala Operasional yang bertanggung jawab atas operasi global lembaga tersebut, bekerja erat dengan negara anggota dan negara klien dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan demi mencapai tujuan pengentasan kemiskinan dan mendorong kemakmuran yang merata.

Comments