Sri Mulyani: Indonesia Berpeluang Jadi “Role Model” Ekonomi Syariah Dunia
Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati optimistis Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi role model negara muslim dunia di bidang ekonomi jika mampu membangun struktur ekonomi berbasis syariah secara tepat. Menurutnya, penerapan prinsip syariah yang benar, tanpa menambah beban atau menciptakan inefisiensi dan moral hazard, menjadi kunci untuk mewujudkan potensi tersebut.
“Kalau kita bisa membangun struktur ekonomi syariah yang benar, saya yakin kita akan melejit nomor satu di dunia,” ujar Sri Mulyani dalam acara Sarasehan Nasional Ekonomi Syariah Refleksi Kemerdekaan RI Tahun 2025, dikutip Pajak.com pada Kamis (14/8/25).
Ia menegaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah dengan meneladani karakter Rasulullah, yaitu integritas (shidiq dan amanah), transparansi (tabligh), serta kecerdasan adaptif (fathonah) dalam mengelola keuangan negara. Dengan prinsip tersebut, pemerintah berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang berkelanjutan dan berdaya saing.
“Keuangan negara sebagai instrumen yang ingin mengantarkan, melajukan, dan membuka jalan bagi banyak keinginan untuk menciptakan ekonomi syariah terbesar di dunia,” ungkap Sri Mulyani.
Sebagai contoh konkret, ia memaparkan inovasi cash waqf linked sukuk, instrumen pembiayaan berprinsip syariah yang mampu menjawab tantangan masa kini. Inovasi ini bahkan telah mendapatkan penghargaan dari Islamic Development Bank sebagai pembiayaan sosial berbasis wakaf yang inovatif. Dana yang dihimpun melalui instrumen tersebut telah digunakan untuk membangun rumah sakit mata, dan dalam waktu dekat akan diikuti proyek-proyek serupa yang akan terus ditingkatkan.
Bendahara negara itu menilai, apabila Indonesia mampu terus mengelola ekonomi dengan baik, peluang menjadi teladan bagi negara muslim lain yang ingin memadukan nilai-nilai Islam dengan pertumbuhan ekonomi modern semakin besar.
“Yang menjalankan value-value keislaman dan Indonesia bisa menjadi ekonomi besar, terbesar, dan terus kuat untuk bisa kita jalankan dan kita ciptakan kemaslahatan bagi umat. Oleh karena itu, kita terus perlu untuk mengelola ekonomi secara baik,” tegasnya.
Untuk mencapai cita-cita tersebut, Presiden Prabowo Subianto melalui Astacita telah menyiapkan sejumlah program pembangunan ekonomi dari level akar rumput. Program itu mencakup Koperasi Desa Merah Putih, pemeriksaan kesehatan gratis, Makan Bergizi Gratis (MBG) sekolah rakyat, hingga penguatan ketahanan pangan melalui dukungan bagi petani dan nelayan.
“Saya berharap di dalam sarasehan ini lebih berfokus kepada menyusun strategi dari platform Presiden [Prabowo] yang sudah memberikan pemihakan dan tujuan untuk mencapai keadilan di Indonesia. APBN adalah instrumen bagi kita semuanya dan kita akan terus menggunakan instrumen itu untuk bisa menjawab dan mencapai tujuan-tujuan ideal yang ingin kita capai,” jelasnya.

Comments