in ,

Raih Platinum ke-8 di ASRRAT 2025, Pupuk Kaltim Beberkan Strategi Penerapan ESG

Foto: Pupuk Kaltim

Raih Platinum ke-8 di ASRRAT 2025, Pupuk Kaltim Beberkan Strategi Penerapan ESG

Pajak.com, Jakarta – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) meraih predikat Platinum untuk kedelapan kalinya dalam ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025. Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim Teguh Ismartono meyakini bahwa predikat ini diraih berkat komitmen perseroan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Ia pun membeberkan strategi Pupuk Kaltim dalam penerapan prinsip yang tertuang melalui laporan keberlanjutan (sustainability report) itu.

Menurut Teguh, sustainability report menunjukkan peningkatan pengelolaan energi secara signifikan, penurunan emisi, penguatan sosial, hingga pengembangan tata kelola perusahaan.

“Namun, bagi kami, laporan keberlanjutan bukan sekadar dokumen, tetapi refleksi komitmen dalam menciptakan nilai jangka panjang. Untuk itu, laporan disusun sesuai prinsip keterbukaan agar seluruh pemangku kepentingan mampu memahami apa yang Pupuk Kaltim lakukan,” jelas Teguh dalam keterangan tertulis, dikutip Pajak.com (10/12/25).

Ia menjabarkan, strategi penerapan ESG yang meliputi, pertama, efisiensi energi melalui optimalisasi proses produksi, pemanfaatan teknologi modern, dan peningkatan reliabilitas fasilitas.

Kedua, Pupuk Kaltim memperluas inisiatif dekarbonisasi sebagai bagian dari strategi jangka panjang, termasuk pengembangan energi bersih melalui clean ammonia sebagai sumber energi alternatif rendah karbon.

“Inisiatif ini tidak hanya mendukung transisi energi nasional, tapi juga membuka peluang baru untuk masuk dalam rantai nilai global di sektor energi hijau,” jelas Teguh.

Ketiga, Pupuk Kaltim memperkuat kontribusi terhadap masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas petani maupun nelayan, serta dukungan bagi sektor pendidikan dan kesehatan. Seluruh program direalisasikan berbasis kebutuhan serta orientasi pada kemandirian komunitas.

“Hal ini ditujukan untuk menciptakan dampak jangka panjang, yang selaras dengan visi perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat secara harmonis dan berkesinambungan,” imbuh Teguh.

Keempat, integrasi manajemen risiko berbasis ESG pun menjadi prioritas Pupuk Kaltim. Sebab tantangan industri saat ini tidak hanya terkait faktor produksi atau pasar, tetapi juga risiko iklim, sosial hingga reputasi yang dapat memengaruhi kelangsungan bisnis.

“Melalui pembaruan kebijakan risiko, digitalisasi sistem pemantauan, dan peningkatan literasi risiko di lingkungan internal, Pupuk Kaltim memastikan setiap keputusan strategis mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap keberlanjutan perusahaan,” ujar Teguh.

Kelima, penerapan transparansi dan akuntabilitas pelaporan menjadi landasan kepercayaan publik terhadap Pupuk Kaltim. Melalui, sustainability report perusahaan terus meningkatkan kualitas penyajian data, metodologi penghitungan, serta evaluasi indikator keberlanjutan.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *