in ,

Purbaya Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Nasional Bakal Melambat Imbas Bencana di Sumatera

foto : ist

Purbaya Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Nasional Bakal Melambat Imbas Bencana di Sumatera

Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai bahwa bencana yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi nasional pada akhir tahun 2025. Meski tekanan tersebut diperkirakan tidak signifikan, pemerintah tetap menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas perekonomian dan kesehatan sektor keuangan.

Purbaya menyampaikan bahwa perlambatan ekonomi masih mungkin terjadi, terutama setelah aktivitas masyarakat dan distribusi barang terganggu akibat bencana.

“Kemungkinan selalu ada [perlambatan pertumbuhan ekonomi], cuma berapa persen,” kata Purbaya kepada awak media, dikutip Pajak.com pada Sabtu (6/12/25).

Namun demikian, Purbaya tetap memproyeksikan bahwa kinerja ekonomi nasional tidak akan turun drastis. Ia optimistis bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk mempertahankan pertumbuhan yang solid.

“Saya pikir masih akan di atas 5,5 persen,” katanya.

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah terus memantau kondisi stabilitas keuangan, khususnya perbankan. Menurutnya, sektor keuangan harus tetap likuid dan mampu menopang kegiatan ekonomi, terutama di tengah upaya pemulihan pascabencana.

“Saya akan monitor kondisi keuangan di sistem finansial. Kalau masih dianggap kurang saya akan gelontorkan lagi uang saya ke perbankan,” imbuhnya.

Selain menjaga momentum pertumbuhan, kebijakan stabilisasi keuangan diharapkan dapat memberikan ruang lebih luas bagi perbankan untuk menyalurkan kredit yang mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai bahwa bencana besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan memberikan tekanan nyata terhadap kinerja ekonomi di kawasan tersebut.

Gangguan aktivitas masyarakat, terhambatnya mobilitas, serta kerusakan pada berbagai infrastruktur utama diperkirakan menjadi faktor yang secara langsung menurunkan laju pertumbuhan ekonomi di tiga provinsi tersebut. Dampak ini tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berpotensi memengaruhi proses pemulihan sosial-ekonomi dalam beberapa bulan ke depan.

“Pertumbuhan di daerah bencana dipastikan akan turun, yaitu Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Tentu kita tadi, kita prihatin dengan situasi yang ada,” kata Airlangga pada Kamis (4/12/25).

Sebagai respons, pemerintah telah menyiapkan langkah pemulihan yang bersifat bertahap dan terstruktur. Program perbaikan infrastruktur menjadi prioritas awal agar konektivitas dan distribusi logistik segera kembali berjalan. Setelah itu, pemerintah akan melanjutkan dengan program rehabilitasi jangka panjang untuk memastikan proses pemulihan ekonomi berlangsung lebih stabil dan berkelanjutan.

Di sisi lain, pemerintah memastikan bahwa tekanan ekonomi di wilayah terdampak tidak akan mengganggu fokus nasional dalam menjaga pertumbuhan ekonomi secara agregat. Wilayah yang tidak terdampak bencana tetap didorong untuk menjaga performa ekonomi pada kisaran yang telah ditetapkan, yaitu 5,4 sampai 5,6 persen.

Dengan dukungan konsumsi rumah tangga yang diharapkan tetap kuat pada kuartal IV, pemerintah menargetkan perekonomian nasional tetap berada dalam jalur yang positif meskipun terdapat tekanan di beberapa daerah.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *