in ,

Purbaya: Kebijakan Impor Kapal Jadi Biang Kerok Industri Galangan Mandek

Purbaya: Kebijakan Impor Kapal Jadi Biang Kerok Industri Galangan Mandek 

Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa kebijakan impor kapal menjadi biang kerok tidak berkembangnya industri galangan kapal nasional.

Menurut Purbaya, Indonesia sebenarnya memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni di sektor galangan kapal. Namun, potensi tersebut tidak berkembang optimal karena minimnya kesempatan dan kebijakan yang belum berpihak pada produksi dalam negeri.

“Saya baru tahu orang kita jago, cuma enggak dikasih kesempatan sama kita sendiri,” ujar Purbaya dalam Focus Group Discussion (FGD) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia yang membahas pemberdayaan angkatan laut dan galangan kapal nasional, dikutip Pajak.com pada Rabu (11/2/26).

Ia menilai, salah satu penyebab utama melemahnya industri galangan kapal nasional adalah kebijakan yang masih membuka ruang luas bagi impor kapal bekas dari luar negeri. Kondisi tersebut dinilai menggerus permintaan terhadap kapal produksi dalam negeri.

“Jadi orang kita yang mampu-mampu itu enggak dapat order karena kebijakan kita sendiri. Walaupun kita negara empat laut, negara maritim, kapalnya beli dari luar. Orang-orang kita yang ahli enggak dikasih kesempatan,” jelasnya.

Selain kebijakan impor, Purbaya juga menyoroti rendahnya pemanfaatan belanja pemerintah untuk mendukung galangan kapal nasional, termasuk dalam program peremajaan kapal yang dibiayai Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN). Ia menyebut masih banyak kapal milik negara yang seharusnya dapat dipesan dari galangan domestik, namun justru tidak terserap.

“Ke depan, kalau masih mau industri kita maju, demand domestik harus diamankan. Presiden Prabowo tadi bilang ada 2.491 kapal lebih dari 25 tahun umurnya. Itu kan pasti akan diganti,” ujarnya.

Menurutnya, permintaan yang kuat dari dalam negeri akan menjadi fondasi kebangkitan industri galangan kapal. Apalagi, anggaran pengadaan kapal sebenarnya telah tersedia, tetapi belum memberi dampak signifikan bagi industri nasional.

“Kita mau dorong pertumbuhan ekonomi. Uangnya itu saya anggarin kok. Saya perlu uang keluar cepat awal tahun supaya ekonomi tumbuh makin cepat, makin cepat, makin cepat. Salah satu yang saya lihat kita punya kemampuan tapi underutilized karena tidak beri kesempatan adalah industri galangan kapal,” ujarnya.

Ke depan, Purbaya mendorong KADIN bersama kementerian dan pelaku industri untuk menyusun roadmap yang jelas guna menghidupkan kembali industri galangan kapal nasional. Ia menekankan pentingnya mengamankan permintaan domestik agar produksi dalam negeri menjadi prioritas.

“Ayo kita sama-sama bangun industri galangan kapal dalam negeri supaya industri ini benar-benar bangkit,” jelasnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *