in ,

Pupuk Kaltim Lampaui Target Produksi 2025, Realisasi Capai 107,3 Persen

Foto: Dok. Pupuk Kaltim

Pupuk Kaltim Lampaui Target Produksi 2025, Realisasi Capai 107,3 Persen

Pajak.com, Bontang  PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menutup kinerja operasional 2025 dengan realisasi produksi sebesar 6,68 juta ton atau setara 107,3 persen dari target tahunan. Direktur Operasi Pupuk Kaltim F. Purwanto menilai, keberhasilan memenuhi bahkan melampaui target produksi menjadi indikator kuat bahwa Pupuk Kaltim mampu menjaga kontinuitas pasokan pupuk nasional di tengah kebutuhan sektor pertanian yang terus meningkat.

Purwanto menjelaskan, selama 2025 Pupuk Kaltim membukukan produksi 3,58 juta ton pupuk urea dan 328,15 ribu ton pupuk NPK. Sementara itu, produksi amonia tercatat sebesar 2,77 juta ton, menopang kelancaran operasional di tengah kebutuhan efisiensi industri pupuk.

Pencapaian produksi tersebut, lanjut Purwanto, ditopang oleh kombinasi dukungan kebijakan pemerintah, arahan strategis PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai induk usaha, serta konsistensi pengelolaan operasional di internal perusahaan. Sinergi itu menjadi faktor kunci dalam menjaga kesinambungan produksi dan distribusi pupuk nasional sepanjang 2025.

“Kami mengapresiasi dukungan pemerintah dan arahan strategis Pupuk Indonesia yang memberikan landasan kuat bagi Pupuk Kaltim dalam menjaga keberlanjutan operasional sepanjang 2025. Melalui kolaborasi seluruh insan perusahaan, kami dapat memastikan pasokan pupuk nasional tetap terjaga untuk mendukung produktivitas sektor pertanian,” kata Purwanto dalam keterangan tertulis yang diterima Pajak.com, dikutip pada Rabu (7/1/2026).

Keandalan operasional Pupuk Kaltim sepanjang 2025, lanjut Purwanto, ditopang oleh kinerja stabil 13 fasilitas produksi yang beroperasi secara konsisten. Fasilitas tersebut terdiri atas lima pabrik amonia dengan kapasitas terpasang 2,74 juta ton per tahun, lima pabrik urea berkapasitas 3,43 juta ton per tahun, serta tiga pabrik NPK dengan kapasitas 300 ribu ton per tahun.

Seluruh pabrik itulah yang menjadi penopang utama kontinuitas produksi, sehingga kebutuhan pupuk nasional dapat dipenuhi secara optimal dan tepat waktu. Dengan basis infrastruktur yang kuat, Purwanto mengklaim Pupuk Kaltim mampu meminimalkan gangguan produksi serta menjaga kualitas produk sesuai standar.

Purwanto mengemukakan, upaya menjaga keberlanjutan kinerja operasional tidak hanya dilakukan melalui stabilitas produksi, tetapi juga lewat investasi peremajaan fasilitas utama. Salah satunya adalah proyek revamping pabrik amonia PKT-2 yang diarahkan untuk meningkatkan efisiensi energi, menurunkan konsumsi gas, serta mengurangi emisi karbon sebagai bagian dari pengembangan industri pupuk yang lebih ramah lingkungan.

“Proyek revamping ini ditargetkan rampung pada semester I 2026, dan akan mampu menurunkan emisi hingga 110.000 ton CO2 (karbon dioksida) per tahun,” imbuhnya.

Purwanto menambahkan, selain pembaruan fasilitas fisik, Pupuk Kaltim juga memperkuat penerapan operational excellence serta optimalisasi inovasi teknologi melalui smart production. Pendekatan ini, lanjutnya, difokuskan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi di seluruh lini bisnis, sekaligus menjaga keunggulan dan konsistensi kualitas produk, sebagai bekal menjaga kinerja operasional yang andal dan berkelanjutan pada 2026.

“Dengan langkah tersebut, Pupuk Kaltim optimistis dapat menjaga kinerja operasional yang andal dan berkelanjutan, dalam mendukung kebutuhan pupuk nasional pada 2026,” tegasnya.

Dus, ia memastikan inovasi dan penguatan kapabilitas sumber daya manusia Pupuk Kaltim akan terus menjadi fokus pihaknya.

“Ke depan, Pupuk Kaltim akan untuk terus mengeksplorasi berbagai inovasi untuk meningkatkan kapasitas produksi, efisiensi operasional, dan kompetensi insan perusahaan, sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung sektor pertanian dan swasembada pangan nasional,” tutupnya.

Sebagai informasi, Pupuk Kaltim merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pupuk, yang dikenal sebagai produsen pupuk urea terbesar di Asia Tenggara. Selama 47 tahun berkiprah, kinerja Pupuk Kaltim juga mendapat pengakuan melalui berbagai penghargaan, termasuk keberhasilan mempertahankan Proper Emas untuk kesembilan kalinya pada 2025, dan pencapaian peringkat teratas ESG Risk Rating dari Sustainalytics pada pertengahan 2024.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *