in ,

Pupuk Indonesia Manfaatkan AI dan “Big Data” untuk Tingkatkan Produksi hingga Distribusi 

Foto: Pupuk Indonesia

Pupuk Indonesia Manfaatkan AI dan “Big Data” untuk Tingkatkan Produksi hingga Distribusi 

Pajak.com, Jakarta – Direktur Utama Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi memastikan bahwa perusahaan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan big data untuk meningkatkan efisiensi produksi, memperluas jangkauan distribusi, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Rahmad menyebut, Pupuk Indonesia saat ini telah mengoperasikan teknologi berbasis sensor dan machine learning untuk memaksimalkan proses produksi. Sebanyak 32.000 sensor dipasang pada 48 pabrik untuk mendeteksi anomali secara dini dan menghasilkan big data yang kemudian dianalisis oleh AI.

Baca Juga  Pupuk Indonesia Grup Tegaskan Kesiapan Lapor SPT Tahunan via Coretax 

“Segala hal harus beradaptasi dengan teknologi, termasuk dunia pertanian dan industri pupuk. Prediksi berbasis data inilah yang meningkatkan efisiensi dan keandalan produksi kami,” jelasnya dalam keterangan tertulis, dikutip Pajak.com (24/11/25).

Digitalisasi juga diperluas pada sistem distribusi. Melalui aplikasi iPubers, penyaluran pupuk bersubsidi kini dapat dipantau secara real time dengan verifikasi Kartu Tanda Penduduk (KTP). Platform tersebut telah digunakan puluhan ribu kios resmi sehingga meningkatkan transparansi dan memperluas akses distribusi ke berbagai wilayah.

Dalam mendukung praktik pertanian modern ini, Pupuk Indonesia mengembangkan dua platform kunci, yaitu Agrosolution dan PreciX.

Adapun Agrosolution merupakan ekosistem pertanian berkelanjutan dari hulu hingga hilir dengan melibatkan perbankan, asuransi, hingga offtaker untuk mendorong produktivitas. Sementara itu, PreciX menawarkan teknologi pertanian presisi berbasis data dan drone untuk memantau kondisi tanaman serta memberikan rekomendasi pemupukan yang lebih tepat.

“Atas berbagai inovasi ini, perusahaan berhasil mencatatkan nilai ekonomi sebesar Rp1,3 triliun dan berkontribusi pada laba bersih Pupuk Indonesia yang mencapai Rp6,25 triliun,” ungkap Rahmad.

Untuk memperkuat budaya inovasi internal, perusahaan meluncurkan Pupuk Indonesia Innovation Award (PIIA) 2025 yang mengusung tema Minecraft: “Mine the Mind, Craft the Change”.

“Melalui program ini, kami mengajak seluruh insan perusahaan terus melahirkan ide-ide kreatif guna mempercepat transformasi dan menghadirkan perubahan positif bagi industri,” pungkas Rahmad.

 

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *