Produk AS Masuk ke RI Kena 0 Persen, Kemenkeu Klaim Tak Berdampak Signifikan ke Penerimaan
Pajak.com, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan bahwa tarif bea masuk sebesar 0 persen untuk produk asal Amerika Serikat (AS) ke Indonesia tidak akan berdampak signifikan terhadap penerimaan negara.
Adapun, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump telah menyepakati perjanjian tarif resiprokal antara kedua negara yang menetapkan tarif impor produk Indonesia ke AS sebesar 19 persen, sementara produk dari AS masuk tanpa bea masuk.
Menanggapi potensi penurunan penerimaan dari sisi bea masuk, Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu menilai bahwa porsinya terhadap total penerimaan masih relatif kecil. “Itu enggak signifikan. Kita biasanya efektifnya dari Amerika itu sekitar 2–3 persen totalnya, untuk tarifnya jadi itu nggak terlalu besar,” jelasnya saat ditemui awak media, dikutip Pajak.com pada Selasa (22/7/25).
Kebijakan ini merupakan bagian dari kesepakatan dagang bilateral terbaru yang diumumkan oleh Trump pada Selasa (15/7/25), dan telah disambut berbagai reaksi dari pelaku industri nasional. Meski keputusan tarif 19 persen telah diumumkan secara resmi, pemerintah tetap membuka ruang untuk negosiasi lanjutan. “Itu nanti kita lihat perkembangannya, tapi memang yang sudah diumumkan kan 19 persen,” lanjut Febrio.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa struktur ekspor Indonesia ke AS saat ini didominasi oleh produk-produk berteknologi seperti mesin router elektronik, serta sektor-sektor padat karya seperti tekstil, alas kaki, dan furnitur.
“Kalau ke US [Amerika Serikat] yang nomor satu justru adalah mesin, terutama itu bentuknya adalah router elektronik. Nah itu juga kita berharap karena dengan tarifnya yang lebih favorable itu bisa terus berlanjut. Di sisi lain kita juga tekstil dan alas kaki dan furnitur,” ungkapnya.
Tarif baru yang dinilai lebih kompetitif ini, menurut Febrio, telah memberi angin segar bagi pelaku ekspor nasional. Apalagi pertumbuhan ekspor ke AS sepanjang kuartal pertama 2025 mencatatkan kenaikan dua digit. Pemerintah berharap tren positif tersebut akan terus berlanjut di kuartal kedua.
“Kita melihat teman-teman pelaku usaha juga sangat menyambut baik tarif yang lebih rendah dibandingkan banyak negara lain tersebut, sehingga ekspor yang sudah berjalan double digit di paruh pertama pertumbuhannya ke Amerika itu kita harapkan bisa berlanjut di paruh kedua 2025 ini, jadi ini berita yang sangat positif, kita berharap kita bisa menggunakan momentum ini,” tutup Febrio.
Untuk diketahui, Prabowo beberapa waktu lalu sempat menegaskan bahwa kesepakatan kedua negara ini telah melalui perhitungan matang dan mempertimbangkan dampaknya terhadap industri dalam negeri. Ia menekankan bahwa prioritas utama pemerintah adalah melindungi para pekerja nasional.
“Semua sudah kita hitung, semua kita, apa, berunding ya. Kita juga memikirkan. Yang penting bagi saya adalah rakyat saya. Yang penting saya harus lindungi pekerja-pekerja kita,” ujar Prabowo pada Rabu (16/7/25).
Ia juga menambahkan bahwa Indonesia memiliki keterbatasan dalam memberikan konsesi lebih jauh dalam negosiasi. “Walaupun kita juga punya sikap ya, ini tawaran kita. Kita enggak mampu memberi lebih. Tapi, yang penting bagi saya pekerja-pekerja kita aman,” imbuhnya.
Selain skema tarif, Indonesia juga menyepakati pembelian sejumlah produk strategis dari AS, meliputi energi senilai 15 miliar dolar AS, produk pertanian sebesar 4,5 miliar dolar AS, serta 50 unit pesawat jet buatan Boeing.

Comments