Prabowo Klaim Cadangan Beras RI Tembus 3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Pajak.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengklaim cadangan beras pemerintah saat ini telah melampaui 3 juta ton, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Capaian tersebut ditegaskan Prabowo sebagai hasil nyata dari strategi besar kemandirian bangsa, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan.
Prabowo menyampaikan bahwa berbagai capaian pemerintahan pada tahun pertama kepemimpinannya patut disyukuri. Menurutnya, sejak awal pencalonan, strategi transformasi bangsa yang ditawarkan kepada masyarakat telah disusun secara tertulis, terukur, dan berbasis kajian jangka panjang.
“Apa yang kita telah capai, menurut saya sangat membanggakan. Kita maju ke hadapan rakyat dengan sesuatu strategi, strategi tertulis, strategi terukur, strategi melalui kajian puluhan tahun,” ujar Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, dikutip Pajak.com pada Rabu (7/1/26).
Prabowo menegaskan bahwa inti dari strategi tersebut adalah membangun bangsa yang mandiri dan berdiri di atas kekuatan sendiri. Dalam konteks tersebut, swasembada pangan menjadi elemen utama yang tidak bisa ditawar oleh bangsa mana pun yang ingin benar-benar merdeka.
“Bangsa Indonesia harus mandiri, bangsa Indonesia harus berdiri di atas kaki kita sendiri, dan di situ elemen utamanya adalah swasembada pangan. Tidak ada bangsa yang merdeka, bila mana bangsa itu tidak bisa menjamin makan untuk rakyatnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa makna swasembada pangan tidak terbatas pada kecukupan beras semata. Swasembada juga mencakup pemenuhan kebutuhan pangan secara menyeluruh, baik sumber karbohidrat maupun protein, sebagai fondasi ketahanan nasional.
Selain pangan, Prabowo turut menekankan pentingnya swasembada energi sebagai pilar utama kemakmuran bangsa. Ketergantungan terhadap negara lain dalam pemenuhan energi dinilai berisiko menghambat upaya keluar dari kemiskinan.
“Kalau kita tergantung dengan bangsa lain untuk energi kita, tidak mungkin kita makmur, tidak mungkin kita lepas dari kemiskinan,” imbuhnya.
Prabowo menilai dinamika global saat ini semakin menguatkan urgensi strategi kemandirian tersebut. Ia menyinggung berbagai konflik di negara-negara pemasok pangan dunia serta pengalaman Indonesia ketika menghadapi pandemi COVID-19.
“Kita juga pernah mengalami COVID-19. Semua negara pengekspor makanan menutup. Kita tidak bisa impor walaupun kita punya uang,” ungkap Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan bahwa Indonesia berhasil mencapai swasembada beras lebih cepat dari target awal yang ditetapkan selama empat tahun. Keberhasilan ini, menurutnya, tecermin dari posisi cadangan beras pemerintah yang kini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah.
“Hari ini cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton. Tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Ini saya kira adalah akibat kerja keras semua unsur,” pungkasnya.

Comments