Prabowo Canangkan Swasembada Beras, Wamenkeu Anggito: Kami Siapkan Anggaran
Pajak.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi canangkan swasembada beras dalam waktu lima tahun ke depan, dengan tujuan untuk menghentikan impor beras dan memastikan ketahanan pangan nasional. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anggito Abimanyu, menyatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan anggaran untuk menyukseskan program tersebut.
“Beliau (Prabowo) sudah mencanangkan lima tahun ini swasembada beras,” ujar Anggito dalam orasi ilmiah pada peringatan Dies Natalis ke-15 dan Lustrum III Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) dikutip Pajak.com pada Selasa (29/10).
Ia menjelaskan bahwa proyek swasembada ini sudah mulai direalisasikan di sejumlah daerah, termasuk Maluku, di mana satu juta hektare sawah telah digarap. “Sudah ada embrio-nya di Maluku satu juta hektare sawah sudah dikerjakan. Suatu integrated ekosistem yang sangat bagus,” jelasnya.
Program ini tidak hanya berfokus pada produksi, namun juga pengelolaan ekosistem pertanian yang terintegrasi. Pemerintah ingin membangun sistem pertanian yang mandiri dan berkelanjutan, dengan harapan mampu menghidupi kebutuhan pangan dalam negeri tanpa ketergantungan impor. Anggito menyebut, “Nomor satu, swasembada. Make sure kita tidak ada impor beras. Make sure kita cukup untuk menghidupi rakyat kita melalui pangan dan produk yang ada,” imbuhnya.
Sejalan dengan program swasembada beras ini, pemerintah juga mengembangkan food estate sebagai bagian dari ekosistem pertanian nasional yang menyeluruh. Proyek ini telah mulai berjalan di Kalimantan Tengah dan diharapkan dapat mendukung pencapaian swasembada beras dalam jangka panjang. Food estate menjadi sebuah konsep strategis, di mana wilayah-wilayah pertanian akan dikelola secara besar-besaran dan terintegrasi untuk meningkatkan hasil produksi dan efisiensi.
Anggito menambahkan bahwa proyek swasembada ini akan dilakukan bertahap, dimulai dengan target satu juta hektare sawah. Jika berhasil, pemerintah akan terus memperluas cakupan proyek hingga tiga juta hektare, yang berpotensi menjadikan Indonesia salah satu negara penghasil beras terbesar di dunia. “Kalau kita bangun tiga juta, maka Indonesia akan menjadi penghasil beras terbesar di dunia. Tapi step by step. Satu juta dulu, kami akan siapkan anggarannya,” ujarnya.
Salah satu langkah penting yang dilakukan pemerintah adalah merevitalisasi Perum Bulog sebagai lembaga penyangga pangan. Bulog akan memainkan peran yang lebih besar dalam menjaga stabilitas harga beras dan memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Revitalisasi Bulog diharapkan mampu memperkuat cadangan pangan nasional, sehingga Indonesia tidak lagi bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan beras.
Dengan adanya program swasembada beras ini, Indonesia diharapkan dapat mencapai ketahanan pangan yang kuat dan mengurangi ketergantungan terhadap impor. Program ini juga diharapkan bisa menjadikan Indonesia lebih mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pangannya, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan sektor pertanian di berbagai daerah.

Comments