in ,

Prabowo Beberkan 5 Prioritas Strategi Pembangunan Indonesia

Prioritas Strategi Pembangunan Indonesia
FOTO: Kementerian Pertahanan

Prabowo Beberkan 5 Prioritas Strategi Pembangunan Indonesia

Pajak.com, Doha – Presiden terpilih sekaligus Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjadi pembicara dalam Qatar Economic Forum, di Doha. Dalam agenda itu, Prabowo menyebutkan setidaknya lima prioritas strategi dalam pembangunan Indonesia. Prabowo optimistis, prioritas tersebut dapat membuat pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen dalam tiga tahun ke depan.

“Sebagaimana diketahui, pembangunan bangsa adalah proses jangka panjang dan Presiden Joko Widodo telah membangun landasan dengan kuat. Dan, saya bertekad untuk membangun landasan, dengan fokus pada, yaitu pertama, pangan. Indonesia harus mandiri membangun ketahanan agrikultur (pertanian)—produksi pangan, maupun distribusi pangan, ” ungkapnya, dikutip Pajak.com (16/5).

Kedua, ketahanan dan swasembada energi, salah satunya melalui pengambangan biofuel. Secara umum, biofuel adalah bahan bakar dari biomassa atau materi yang berasal dari tumbuhan atau bahan organik.

“Kita ingin go-green dengan cara yang sangat cepat. Kita ingin memproduksi diesel dari minyak kelapa sawit dan ini akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang sangat kuat. Selama ini kita mengimpor 20 miliar dollar AS (Amerika Serikat) setiap tahun untuk diesel. Jadi, dapat dibayangkan penghematan yang akan kita dapat jika kita beralih ke biofuel,” ungkap Prabowo.

Baca Juga  Resmi! Saham Antam Kembali Masuk Indeks Berbasis ESG di BEI

Ketiga, keberlanjutan industrialisasi dan pengolahan sumber daya alam (SDA) yang baik juga sebagai aspek yang penting dalam membangun Indonesia. Prioritas tersebut menekankan pada komitmen Pemerintah Indonesia untuk melanjutkan hilirisasi terhadap pengelolaan SDA, seperti nikel atau batu bara.

“Saya pikir ada kesalahan persepsi, kita tidak proteksionis (melarang ekspor SDA), kebijakan Pemerintah Indonesia logis mengenai hilirisasi SDA. Sebab, setiap negara di dunia akan melindungi kepentingan masyarakat dengan cara menghadirkan nilai tambah. Kita tidak bisa terus mengimpor barang-barang industri sepanjang waktu. Itu tidak adil untuk masyarakat kita. Kita tidak akan menjadi masyarakat industri yang maju jika hanya menjadi penghasil bahan mentah saja,” tegas Prabowo.

Baca Juga  DPR dan Pemerintah Sepakati Rincian Asumsi Dasar Makro 2025

Keempat, ia akan fokus menuntaskan masalah gizi untuk anak-anak Indonesia dengan program Makan Siang Gratis, yaitu pemberian makan dan susu gratis kepada pelajar. Program ini erat kaitannya dengan ketahanan pertanian dan pangan yang juga menjadi prioritasnya.

“Kami telah mempelajari ini. Kami juga telah mempelajari semua angkanya dan kami sangat yakin bahwa kami bisa melakukan itu,” ujar Prabowo.

Di sisi lain, ia memastikan bahwa Pemerintah Indonesia akan berhati-hati untuk menjaga pengelolaan fiskal secara pruden—tidak melebih batas defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebesar 3 persen.

Kelima, prioritas pembangunan Indonesia dengan pemerataan ekonomi melalui pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan dari Jakarta.

“Presiden pertama Indonesia, Presiden Soekarno, yang pertama kali mengemukakan gagasan ini. Idenya adalah menempatkan ibu kota kami di lokasi yang lebih sentral. Selain itu, Jakarta sekitarnya dan Jawa sangat-sangat padat penduduknya, sehingga menjadi beban ekologis Jakarta sangat besar. Pemindahan ibu kota ke IKN juga adalah salah satu cara untuk membawa pertumbuhan di luar Jakarta,” ungkap Prabowo.

Baca Juga  Keuangan Negara: Definisi, Komponen, Hingga Mekanisme Pengelolaan

Secara simultan, Indonesia akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak internasional.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *