in ,

Nilai Ekspor RI Naik 7,70 Persen jadi 135,41 Miliar Dolar AS pada Semester I-2025

FOTO : IST

Nilai Ekspor RI Naik 7,70 Persen jadi 135,41 Miliar Dolar AS pada Semester I-2025

Pajak.com, Jakarta – Nilai ekspor Indonesia pada semester I-2025 mencatatkan pertumbuhan signifikan. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa total ekspor sepanjang Januari hingga Juni 2025 mencapai 135,41 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau tumbuh 7,70 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Menurut lelaki yang akrab disapa Busan itu, capaian ekspor pada semester I-2025 telah melampaui target pertumbuhan ekspor nasional tahun 2025 yang ditetapkan sebesar 7,10 persen.

“Kinerja ekspor nasional pada semester 112025 telah menunjukkan pertumbuhan yang positif yang menjadi sinyal kuat bagi pencapaian target ekspor tahunan,” ujar Busan dalam konferensi pers kinerja ekspor semester I-2025, dikutip Pajak.com pada Selasa (5/8/25).

Adapun, pertumbuhan ekspor ini terutama didorong oleh kinerja ekspor nonmigas yang naik 8,96 persen secara cumulative to cumulative menjadi 128,39 miliar dolar AS. Sektor industri pengolahan masih mendominasi ekspor nonmigas dengan kontribusi 83,81 persen, disusul sektor pertambangan dan lainnya sebesar 13,55 persen, serta sektor pertanian 2,64 persen.

Secara sektoral, ekspor industri pengolahan tumbuh sebesar 16,57 persen. Di sisi lain, sektor pertanian mencatat lonjakan ekspor sebesar 49,77 persen, didorong oleh kinerja komoditas unggulan seperti kopi, kelapa, dan manggis. Sebaliknya, ekspor dari sektor pertambangan dan lainnya justru mengalami penurunan sebesar 25,21 persen.

Beberapa komoditas nonmigas mencatat pertumbuhan ekspor tertinggi sepanjang semester I-2025. Kakao dan olahannya (HS 18) tumbuh paling tinggi sebesar 129,86 persen, diikuti kelompok kopi, teh, dan rempah-rempah (HS 09) sebesar 86,50 persen, serta timah dan barang daripadanya (HS 80) sebesar 80,88 persen.

Dari sisi negara tujuan, Tiongkok, AS, dan India tetap menjadi tiga pasar utama ekspor nonmigas Indonesia, dengan total nilai 53,07 miliar dolar AS atau menyumbang 41,34 persen dari total ekspor nonmigas nasional.

Sementara itu, beberapa negara mencatat lonjakan signifikan dalam ekspor secara kumulatif, di antaranya Swiss yang naik 111,20 persen, Arab Saudi 49,53 persen, Thailand 45,20 persen, Bangladesh 38,09 persen, dan Singapura 28,95 persen.

Berdasarkan kawasan, ekspor Indonesia ke Asia Tengah mengalami peningkatan tertinggi sebesar 92,78 persen, disusul Afrika Barat sebesar 57,37 persen, dan Afrika Timur 52,35 persen.

Untuk periode Juni 2025 saja, ekspor nasional mencapai 23,44 miliar dolar AS. Angka ini menurun 4,78 persen dibandingkan Mei 2025 (month to month/mtm), namun meningkat 11,29 persen dibandingkan Juni 2024 (year on year/yoy). Kinerja ekspor pada bulan tersebut masih ditopang oleh ekspor nonmigas yang naik 12,61 persen, meskipun ekspor migas mengalami penurunan sebesar 9,85 persen secara tahunan.

Busan menjelaskan bahwa peningkatan ekspor nonmigas pada Juni 2025 didorong oleh kenaikan harga sejumlah komoditas utama ekspor Indonesia di pasar global, seperti minyak kelapa sawit, timah, aluminium, dan emas. Ia juga menambahkan bahwa kondisi perdagangan internasional yang lebih stabil, menyusul tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok, turut menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekspor.

“Selain itu, membaiknya pertumbuhan ekonomi sejumlah negara pada kuartal II-2025, seperti AS yang tumbuh 3,00 persen, Tiongkok 1,10 persen, dan Singapura 1,40 persen turut mendorong peningkatan ekspor,” ujarnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *