Realisasi Anggaran Makan Bergizi Gratis Capai Rp51,5 Triliun pada 2025
Pajak.com, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat bahwa realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2025 mencapai Rp51,5 triliun atau sekitar 72,5 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tercatat sebesar Rp71 triliun.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono menyampaikan bahwa APBN 2025 diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang langsung menyentuh masyarakat. Menurutnya, program MBG telah menjangkau 56,13 juta penerima di 38 provinsi per 7 Januari 2026.
“Kami telah mengoperasikan 19.343 central kitchen atau Satuan Pelayanan Program Gizi [SPPG] yang menyerap 789.319 tenaga kerja. Hingga akhir Desember 2025, realisasi anggaran mencapai Rp51,5 triliun dengan manfaat langsung yang diterima masyarakat sebesar Rp43,3 triliun,” ujar Thomas dalam konferensi pers, dikutip Pajak.com pada Senin (12/1/26).
Selain MBG, sektor kesehatan juga menjadi prioritas utama APBN 2025. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tercatat telah melayani 70,8 juta penduduk dengan realisasi anggaran sebesar Rp2,1 triliun.
Pemerintah juga memperkuat infrastruktur layanan kesehatan melalui program revitalisasi rumah sakit dari Kelas D menjadi Kelas C dengan total realisasi Rp3,2 triliun yang mencakup 32 rumah sakit di berbagai daerah.
Di bidang pendidikan, pemerintah merealisasikan Program Sekolah Rakyat sebesar Rp6,6 triliun atau 85 persen dari pagu anggaran per 31 Desember 2025. Program ini difokuskan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
“Dan anggaran itu mendidik 15.895 siswa kurang mampu, yaitu di Desil 1–2, melibatkan 6.849 guru atau tenaga kependidikan dengan mengoperasionalisasikan 166 sekolah rakyat dari tingkat SD sampai SMA,” ujar Thomas.
Pemerintah juga menyiapkan fondasi jangka panjang melalui pembentukan Dana Abadi Sekolah Unggul Garuda (SUG) sebesar Rp1,7 triliun guna menjamin keberlanjutan pendanaan di masa mendatang. Sementara itu, untuk program revitalisasi sekolah dan madrasah secara umum, anggaran sebesar Rp18,9 triliun telah disalurkan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, serta Kementerian Pekerjaan Umum.
Di sektor ketahanan pangan, APBN 2025 mengalokasikan anggaran sebesar Rp143,9 triliun. Anggaran tersebut digunakan antara lain untuk penyaluran 8,1 juta ton pupuk bersubsidi, pembangunan 20 unit bendungan, pencetakan sawah seluas 69.000 hektare, optimalisasi lahan 381.000 hektare, serta pengembangan jaringan irigasi seluas 55.000 hektare.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan kepada 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), melakukan pembelian beras sebesar 489,96 ribu ton, gabah 1,65 juta ton dari petani lokal, serta jagung sebesar 480,33 ribu ton.
Sementara itu, untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, pemerintah telah menyalurkan anggaran sebesar Rp34 triliun untuk pembangunan desa dan penguatan koperasi serta UMKM. Penyaluran tersebut mencakup subsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 4,6 juta debitur dengan plafon pembiayaan mencapai Rp270,1 triliun.

Comments