Menkeu Purbaya Bakal Evaluasi Anggaran MBG Tahun 2026 Pekan Depan
Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan melakukan evaluasi terhadap anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 pada pekan depan. Evaluasi dilakukan untuk memastikan efektivitas, efisiensi, serta optimalisasi penggunaan anggaran yang telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan menelaah kembali struktur anggaran MBG tahun 2026 yang tercatat sebesar Rp335 triliun. Evaluasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan realisasi anggaran tahun sebelumnya yang tingkat penyerapannya belum optimal.
Sebagaimana diketahui, Kementerian Keuangan mencatat program MBG telah menyerap anggaran sebesar Rp51,5 triliun hingga 31 Desember 2025. Realisasi tersebut setara dengan 72,5 persen dari pagu Rp71 triliun yang dialokasikan dalam APBN 2025.
“Mungkin akan dioptimalkan,” ujar Purbaya saat ditanya mengenai kemungkinan penyesuaian anggaran, dikutip Pajak.com pada Rabu (21/1/26).
Ia menegaskan bahwa angka pagu anggaran MBG tahun 2026 masih tetap sebesar Rp335 triliun. Namun, pemerintah akan melihat ruang optimalisasi agar anggaran yang tidak terserap dapat dikelola secara lebih efektif.
Purbaya menyampaikan bahwa evaluasi akan dilakukan agar setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Saya akan minggu depan akan saya lihat line per line apa sih anggaran mereka. Nanti kita lihat mana yang duplikasi, double counting segala macam, kita lihat. Mana yang mungkin yang mana yang enggak, mana yang pemborosan aja atau enggak kita lihat,” jelasnya.
Ia juga menyinggung adanya kemungkinan belanja yang dinilai tidak prioritas dalam pelaksanaan program pada tahun sebelumnya. Belanja semacam itu, menurut Purbaya, akan menjadi fokus evaluasi agar tidak terulang.
“Misalnya ada program dibeliin motor semuanya, wah keren, tapi bisa gue coret. Tapi saya akan lihat masih ada enggak itu. Tahun lalu masih ada,” ujarnya.
Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tetap mendukung penuh program MBG karena dinilai memiliki tujuan yang baik. Evaluasi dilakukan bukan untuk menghentikan program, melainkan untuk memastikan pelaksanaannya berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Kita akan lihat yang inefisien aja, tapi program itu program bagus kita akan dukung supaya jalannya maksimal,” pungkasnya.
Adapun, pada 2025 program MBG telah menjangkau 56,13 juta penerima yang tersebar di 38 provinsi hingga 7 Januari 2026. Program ini juga telah mengoperasikan 19.343 central kitchen atau Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang menyerap 789.319 tenaga kerja.
Hingga akhir Desember 2025, realisasi anggaran MBG tercatat mencapai Rp51,5 triliun, dengan manfaat langsung yang diterima masyarakat sebesar Rp43,3 triliun.

Comments