Kemenkeu Beberkan Strategi Dua Lengan Fiskal Menuju Indonesia Emas 2045
Pajak.com, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memaparkan strategi kebijakan fiskal dua lengan sebagai fondasi utama menuju Visi Indonesia Emas 2045. Strategi tersebut disampaikan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara di tengah kebutuhan Indonesia untuk beradaptasi dengan perubahan global yang berlangsung cepat dan dinamis.
Hal itu disampaikan Suahasil saat menghadiri ADB Indonesia Development Talks sekaligus peluncuran buku Indonesia’s Country Diagnostic Studies: Achieving the Golden Indonesia Vision 2045 di Jakarta, Selasa (20/1/25). Dalam forum tersebut, Suahasil menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan desain kebijakan yang tepat dan adaptif agar mampu menjaga momentum pembangunan jangka panjang.
Menurut Suahasil, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu prioritas utama pemerintah. Peningkatan tersebut dilakukan melalui penguatan sektor pendidikan dan kesehatan guna mendorong produktivitas nasional. Ia menilai langkah ini penting untuk menggeser pola pertumbuhan ekonomi menuju pertumbuhan berbasis inovasi atau innovation-led growth.
Selain penguatan SDM, sektor infrastruktur tetap menjadi pilar penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi. Suahasil menyampaikan bahwa berbagai pembangunan infrastruktur yang dilakukan dalam satu dekade terakhir mulai memberikan dampak nyata terhadap aktivitas ekonomi dan konektivitas nasional.
“Kita mulai merasakan manfaat nyata dari infrastruktur yang telah kita bangun dalam kurun waktu satu dekade terakhir,” ungkap Suahasil dalam keterangan resminya, dikutip Pajak.com pada Rabu (21/1/26).
Lebih lanjut, Suahasil menjelaskan bahwa kebijakan fiskal Indonesia kini dijalankan melalui optimalisasi dua lengan yang bekerja secara bersamaan. Lengan pertama adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang berperan sebagai instrumen utama pemerintah dalam menjalankan fungsi perlindungan sosial, operasional pemerintahan, belanja kementerian dan lembaga, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, lengan kedua dijalankan melalui Danantara yang berfungsi sebagai commercial arm. Instrumen ini diarahkan untuk mendorong ekspansi kapasitas ekonomi, penguatan hilirisasi, serta pembiayaan proyek-proyek produktif yang mampu meningkatkan nilai tambah perekonomian nasional.
Kombinasi dua lengan fiskal tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara peran negara dalam melindungi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang.
Menutup pemaparannya, Suahasil menyampaikan optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan. Ia meyakini bahwa besarnya jumlah penduduk, peningkatan kualitas SDM, transformasi digital, urbanisasi, serta penguatan kelas menengah akan menjadi mesin pertumbuhan utama bagi Indonesia dalam dua dekade mendatang.

Comments