in ,

Kena Tarif Impor ke AS 19 Persen, Trump Janjikan Investasi Triliunan ke Indonesia

Tarif 19 Persen
FOTO: IST

Kena Tarif Impor ke AS 19 Persen, Trump Janjikan Investasi Triliunan ke Indonesia

Pajak.com, Jakarta – Meski komoditas ekspor Indonesia dikenakan tarif impor hingga 19 persen oleh Amerika Serikat (AS), pemerintah memastikan bahwa hal tersebut dibarengi dengan komitmen investasi triliunan rupiah dari perusahaan-perusahaan besar asal AS.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi besar menjaga keseimbangan ekonomi nasional, membuka peluang kerja, dan mendorong transformasi digital serta industri hijau di Indonesia.

Airlangga mengungkapkan bahwa beberapa perusahaan ternama asal AS telah menyampaikan kesiapannya untuk menanamkan modal di berbagai sektor strategis Indonesia. Di antaranya, pembangunan fasilitas carbon capture and storage (CCS) senilai 10 miliar dolar AS oleh ExxonMobil, pusat data senilai 6,5 miliar dolar AS di Batam oleh Oracle, infrastruktur cloud dan kecerdasan buatan (AI) senilai 1,7 miliar dolar AS oleh Microsoft, hingga pengembangan AI dan cloud computing senilai 5 miliar dolar AS oleh Amazon.

“Amerika Serikat juga komit untuk investasi di Indonesia, seperti contohnya ExxonMobil, dia sedang berbicara dengan Indonesia untuk membangun carbon capture and storage [CCS],” jelas Airlangga dalam konferensi pers, dikutip Pajak.com, Jumat (25/7/25).

Tak hanya itu, sektor kesehatan juga mendapat perhatian. Perusahaan General Electric (GE) Healthcare direncanakan akan membangun fasilitas produksi CT scanner pertama di Indonesia dengan nilai investasi sebesar Rp178 miliar.

Menurut Airlangga, kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan AS bertujuan untuk menjaga keseimbangan internal dan eksternal perekonomian. Ia menilai, langkah ini penting agar neraca perdagangan tetap stabil serta momentum pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja terus terjaga.

“Seperti yang kita tahu kalau 32 persen artinya tidak ada dagang, sama dengan dalam tanda kutip embargo dagang dan itu satu juta pekerja di sektor padat karya bisa terkena hal yang tidak diinginkan,” pungkas Airlangga.

Ia juga menjelaskan bahwa skema kerja sama ini memberikan ruang bagi Indonesia untuk tetap kompetitif di pasar AS meskipun terkena tarif. Pemerintah memandang bahwa keberadaan investasi di sektor digital, energi bersih, dan kesehatan merupakan strategi jangka panjang untuk memperkuat struktur industri nasional, meningkatkan inovasi, dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

Selain dampak langsung berupa penciptaan lapangan kerja dan aliran modal asing, investasi ini juga diproyeksikan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, memperkuat infrastruktur logistik antar pulau, serta meningkatkan kemampuan riset dan pengembangan (R&D) nasional.

Sementara itu, tarif impor 19 persen yang dikenakan oleh AS terhadap sejumlah produk Indonesia masih lebih rendah dibanding ancaman tarif sebelumnya sebesar 32 persen. Pemerintah menganggap penurunan ini sebagai hasil dari diplomasi perdagangan yang produktif, yang sekaligus membuka pintu kerja sama yang lebih luas.

Adapun, Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang mendapatkan penurunan tarif paling rendah, dibandingkan negara-negara yang menyebabkan defisit neraca perdagangan dengan AS, yakni dari angka 32 persen menjadi sebesar 19 persen.

Adapun hingga saat ini, AS sendiri merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia dengan pangsa pasar ekspor hingga mencapai 11,22 persen pada tahun 2024 dan juga menduduki posisi strategis sebagai negara asal penanaman modal asing sebesar 3,7 miliar dolar AS pada tahun 2024.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *