Kementerian ESDM Siapkan Rp21,67 Triliun untuk Listrik Desa hingga Eksplorasi Migas
Pajak.com, Jakarta – Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui usulan pagu definitif Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebesar Rp21,67 triliun untuk Tahun Anggaran 2026. Anggaran ini tidak hanya digunakan untuk belanja rutin, tetapi juga diarahkan guna mempercepat realisasi visi dan misi Presiden Prabowo Subianto, termasuk peningkatan rasio elektrifikasi melalui pembangunan Listrik Desa (Lisdes) bagi masyarakat yang belum menikmati layanan listrik.
Kementerian ESDM sebelumnya hanya memiliki pagu awal sebesar Rp8,12 triliun, dengan komposisi anggaran Rupiah Murni (RM) Rp4,82 triliun, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp2,69 triliun, serta Badan Layanan Umum (BLU) Rp0,61 triliun. Namun, usulan tersebut mengalami penambahan signifikan hingga akhirnya diputuskan menjadi Rp21,67 triliun.
Wakil Menteri ESDM Yuliot menjelaskan tambahan anggaran ini akan digunakan untuk melanjutkan berbagai program prioritas, mulai dari pembangunan jaringan gas kota (jargas), eksplorasi migas dan batu bara, hingga peningkatan rasio elektrifikasi.
“Untuk melanjutkan percepatan visi misi Bapak Presiden Prabowo pada Tahun Anggaran 2026, Kementerian ESDM mendapatkan anggaran tambahan Rp8,55 triliun yang akan digunakan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi melalui pembangunan Listrik Desa yang mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp5 triliun dan akan digunakan untuk infrastruktur listrik di 1.135 lokasi,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, dikutip Pajak.com pada Kamis (4/9/25).
Lebih jauh, Yuliot menyebut bahwa belanja infrastruktur ESDM juga diarahkan untuk kepentingan masyarakat luas. Beberapa program yang menjadi fokus antara lain pemberian converter kit untuk nelayan, pembangunan jaringan gas kota, serta bantuan pasang baru listrik bagi masyarakat kurang mampu.
Program tersebut diharapkan mampu memperluas akses energi sekaligus meningkatkan kualitas hidup kelompok rentan.
Selain itu, sebagian anggaran tambahan turut dialokasikan untuk kegiatan swakelola. Beberapa di antaranya berupa studi kajian migas di 10 open area, persiapan dan promosi penawaran wilayah kerja migas, serta kegiatan eksplorasi mineral dan batu bara. Dari program tersebut, ditargetkan dapat diperoleh rekomendasi sembilan lokasi eksplorasi mineral dan 10 lokasi eksplorasi batu bara.
Dengan anggaran Rp21,67 triliun, pemerintah optimistis program Kementerian ESDM tahun depan tidak hanya mendorong kemandirian energi nasional, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, baik melalui listrik yang lebih merata, pasokan energi yang lebih terjangkau, hingga terbukanya peluang kerja di sektor energi.

Comments