Kekayaan Danantara Bisa Tembus 1 Triliun Dolar AS, Prabowo Beri Arahan Ini untuk 1.500 Pimpinan BUMN
Pajak.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada 1.500 pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam acara Town Hall Danantara Indonesia 2025 bertajuk Memperkuat Kolaborasi dan Arah Baru BUMN bersama Danantara Indonesia, di Jakarta Convention Center (JCC). Prabowo mengingatkan bahwa kekayaan Danantara Indonesia berpotensi menembus 1 triliun dolar Amerika Serikat (AS) apabila dikelola secara optimal.
Dalam arahannya, Prabowo menekankan pentingnya pengelolaan Danantara Indonesia sebagai kekayaan bangsa yang harus dijaga dengan prinsip transparansi dan tata kelola yang ketat. Ia menegaskan optimisme Danantara Indonesia sebagai lembaga pengelola kekayaan negara yang memiliki potensi besar untuk mendorong kebangkitan ekonomi Indonesia.
“Danantara ini adalah kekayaan bangsa Indonesia, harus dikelola dengan sebaik-baiknya, dijaga, dirawat dengan sistem yang transparan dan sangat ketat. Karena ini adalah kekayaan yang luar biasa dan bisa mendorong kebangkitan kita,” tegas Prabowo, dikutip Pajak.com, (29/4).
Ia pun menekankan bahwa pengelolaan aset negara harus menghasilkan manfaat nyata bagi rakyat Indonesia.
“Kita kelola dengan baik, kita hitung aset-aset kita ternyata kita kaya, mungkin sebentar lagi kekayaan Danantara akan tembus 1 triliun dolar AS. Dan kalau dikelola dengan baik, ini bisa menghasilkan dana yang besar untuk bangsa kita,” ujar Prabowo.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh jajaran direksi BUMN untuk meninggalkan praktik-praktik lama yang tidak efisien maupun yang menyimpang. Prabowo menegaskan bahwa evaluasi kinerja direksi harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk penilaian terhadap integritas dan profesionalisme.
“Saya minta atas nama bangsa dan rakyat, saya minta semua direksi berbuat yang terbaik, tinggalkan praktik-praktik zaman dulu mungkin yang kurang efisien. Atau ada praktik-praktik yang tidak benar, harus ditinggalkan. Dan saya serahkan kepada manajemen untuk mengevaluasi semua direksi, dievaluasi kinerjanya, dan wataknya, akhlaknya, dan prestasinya,” ucap Prabowo.
Ia juga menekankan, pergantian direksi harus dilakukan apabila terbukti tidak berprestasi atau melakukan penyalahgunaan wewenang. Meski demikian, pergantian direksi harus tetap mengedepankan promosi dari internal atau merekrut profesional yang kompeten tanpa diskriminasi.
“Saya bilang, jangan memilih atas dasar suku, agama, ras, latar belakang, atau atas dasar partai politik. Tidak, ini harus anak-anak Indonesia yang bekerja sebesar-besarnya untuk rakyat Indonesia,” tegas Prabowo.
Ia berharap, acara Town Hall Danantara Indonesia 2025 ini dapat menjadi momentum penting untuk menegaskan arah baru BUMN yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat Indonesia—sejalan dengan visi besar pengelolaan kekayaan negara melalui Danantara Indonesia.

Comments