in ,

Harga Emas Melonjak, Laba Bersih Pegadaian Tembus Rp8,34 Triliun

 Harga Emas Melonjak, Laba Bersih Pegadaian Tembus Rp8,34 Triliun 

Pajak.com, Jakarta – PT Pegadaian mencatatkan laba bersih sebesar Rp8,34 triliun di tahun 2025 atau tumbuh eksponensial 42,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp5,85 triliun. Capaian laba ini salah satunya dipicu oleh harga emas yang melonjak sepanjang tahun lalu.

Sebagaimana diketahui, harga emas di Indonesia mengalami kenaikan sepanjang tahun 2025 sebesar 60 persen dari kisaran Rp1,4 juta – Rp1,5 juta per gram pada awal Januari 2025, menjadi lebih dari Rp2,5 juta per gram pada akhir Desember 2025.

Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan menjelaskan, pencapaian laba yang gemilang didorong oleh realisasi aset perusahaan sebesar Rp151,7 triliun, yang tumbuh 47,8 persen dibandingkan tahun 2024 sejumlah Rp102,6 triliun. Hal ini juga didukung oleh pencapaian outstanding loan (OSL) gross sebesar Rp126 triliun, yang meningkat 47,5 persen dari tahun 2024 sebesar Rp85,4 triliun.

Dengan pencapaian kinerja keuangan tersebut, Pegadaian berhasil mencatatkan peningkatan Return on Asset (ROA) menjadi 6,7 persen dan Return on Equity (ROE) menjadi 21,73 persen. Tidak hanya itu, penurunan Non-Performing Loan (NPL) juga berhasil ditekan menjadi 0,38 persen pada tahun 2025. Hal ini membuktikan bahwa kualitas pembiayaan Pegadaian semakin meningkat dan pengelolaan bisnis juga semakin sehat.

“Kami menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder, khususnya nasabah, atas kepercayaan terhadap produk dan layanan Pegadaian. Hal ini tentu menjadi pemicu semangat bagi seluruh Insan Pegadaian untuk bekerja lebih keras dan berkontribusi lebih optimal, guna memberikan layanan terbaik kepada nasabah dan masyarakat,” jelas Damar dalam keterangan tertulis yang diterima Pajak.com (20/2/2026).

Ia menegaskan komitmen Pegadaian untuk terus mendukung pertumbuhan perekonomian kerakyatan melalui layanan produk gadai yang inklusif, layanan pinjaman mikro yang memudahkan, serta layanan Bank Emas Pegadaian yang andal. Dengan layanan produk gadai, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dana cepat tanpa harus kehilangan aset.

“Dengan layanan pinjaman mikro, masyarakat pelaku UMKM mendapatkan akses modal kerja untuk meningkatkan kapasitas bisnis dan pengembangan usaha,” tegas Damar.

Selain itu, total transaksi dan kelolaan Bank Emas Pegadaian mencapai 33,7 ton, terdiri dari transaksi program Tabungan Emas yang menembus angka 17,1 ton, transaksi Deposito Emas sebesar 2,18 ton, transaksi Cicil Emas mencapai 10,3 ton, serta transaksi Titipan Emas Korporasi dan Pinjaman Modal Kerja Emas yang terus bertumbuh.

Dengan adanya Layanan Bank Emas Pegadaian, masyarakat semakin dimudahkan dalam merencanakan, mengelola dan mengoptimalkan portofolio investasi emas, baik secara fisik maupun digital. Selama tahun 2025, kelolaan ekosistem emas di Pegadaian mencapai 136 ton, yang mencakup portofolio agunan emas produk Gadai dan portofolio layanan Bank Emas Pegadaian.

“Hal ini membuktikan bahwa masyarakat semakin aware untuk berinvestasi dalam bentuk emas, serta paham dan bijak dalam mengoptimalkan aset emas yang dimiliki. Pegadaian hadir menyambut kepercayaan masyarakat tersebut dengan berbagai produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan,” ujar Damar.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian Ferdian Timur Satyagraha menambahkan bahwa kondisi perekonomian yang stabil dan geopolitik global yang kondusif akan menjadi faktor penentu terhadap pencapaian target kinerja di tahun 2026. Namun, ia tetap optimistis bahwa dengan penerapan strategi korporasi yang adaptif, penguatan layanan berbasis solusi, kepatuhan terhadap regulasi dan transformasi budaya perusahaan yang berkelanjutan, membuat Pegadaian mampu menjawab setiap tantangan.

Kinerja Pegadaian ke depan akan didorong dengan strategi peningkatan market share dan optimalisasi layanan digital melalui aplikasi TRING!. Kehadiran aplikasi ini diharapkan dapat menyempurnakan ekosistem Layanan Bank Emas Pegadaian dengan memberikan kemudahan dalam berinteraksi, kecepatan dalam bertransaksi serta kenyamanan dalam berinvestasi emas—kapan saja dan dimana saja hanya dalam genggaman.

“Melalui TRING!, seluruh nasabah Pegadaian, baik yang baby boomer hingga gen Z, baik nasabah Pegadaian konvensional maupun Pegadaian syariah dapat mengakses seluruh produk Pegadaian secara real-time dalam satu aplikasi,” pungkas Ferdian.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *