in ,

Demi Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Investasi Rp116 T untuk Genjot Produksi Industri Pupuk di Papua

Pupuk Indonesia Rp116 T
FOTO: Dok. PT Pupuk Indonesia

Demi Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Investasi Rp116 T untuk Genjot Produksi Industri Pupuk di Papua

Pajak.comJakarta – PT Pupuk Indonesia (Persero) akan menginvestasikan Rp116 triliun untuk mengembangkan kapasitas produksinya, termasuk proyek pembangunan Kawasan Industri Pupuk Fakfak di Papua Barat. Proyek ini merupakan bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan pemerintah dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Sebagian dari dana investasi itu akan kami gunakan untuk membuka kawasan industri pupuk baru, yaitu mega proyek kami di Fakfak, Papua Barat dan itu insyaallah akan menambah kapasitas produksi kami,” kata Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi melalui keterangan resmi yang diterima Pajak.com, dikutip Minggu (23/3).

Rahmad mengemukakan, penambahan kapasitas produksi ini merupakan langkah penting untuk dapat memastikan ketersediaan pupuk yang amat dibutuhkan untuk mencapai swasembada pangan. Menurutnya, pencapaian swasembada pangan suatu negara berkaitan erat dengan kondisi industri pupuk di negara tersebut.

Indonesia, lanjutnya, merupakan salah satu contoh nyata sebuah negara yang pernah mencapai swasembada pangan karena fokus mengembangkan industri pupuknya. Rahmad menuturkan, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pertama kali pada tahun 1984.

Pencapaian itu tak terlepas dari pembangunan industri pupuk yang pertama kali dimulai tahun 1959 di PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) hingga pembangunan PT Pabrik Iskandar Muda (PIM) di Aceh pada 1982. Selanjutnya pada tahun 1984, Indonesia mencapai swasembada beras dimulai dengan gerakan pembangunan industri pupuk tahun 1959 di Pusri.

“Sejak 1982 sampai sekarang belum ada pembangunan kawasan baru, padahal di tahun 2045, penduduk Indonesia akan tumbuh menjadi 324 juta jiwa. Itu artinya kebutuhan beras nasional akan mencapai 37 ton atau naik 6 juta ton,” jelasnya.

Rahmad menekankan bahwa peran pupuk dalam meningkatkan produktivitas pertanian sangatlah vital, lantaran berkontribusi sekitar 62 persen terhadap produktivitas pertanian. Untuk itu, pencapaian swasembada pangan akan sangat sulit tercapai jika ketersediaan pupuk tidak tercukupi.

“Jadi super signifikan. Oleh karena itu, kunci dari meningkatkan produktivitas pertanian itu, salah satu yang utama adalah memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pupuk,” ujar Rahmad.

Selain memastikan kapasitas produksi, Rahmad mengatakan Pupuk Indonesia juga mendukung swasembada pangan dengan memastikan keterjangkauan pupuk bagi petani. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan memastikan distribusi pupuk bersubsidi yang andal dan akuntabel.

Untuk mencapai hal itu, Pupuk Indonesia telah melakukan digitalisasi kios melalui i-Pubers yang memudahkan penebusan dengan KTP, serta pengawasan secara real time melalui command center untuk penyaluran tepat sasaran.

“Jadi kami sudah mengimplementasikan digitalisasi di seluruh kios yang mencapai 27 ribu lebih, dengan digitalisasi kami sudah bisa melihat setiap ‘butir’ pupuk yang dimuat di kapal. Itu kita bisa lihat datanya, bisa kita lihat visualnya, kapalnya bergerak ada GPS-nya, kemudian masuk ke gudang-gudangnya ada CCTV-nya, dibawa oleh truk-truknya, ada GPS sampai ke kios,” tuturnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *