in ,

BRI Salurkan KUR Rp83,88 Triliun hingga Kuartal II-2025

BRI KUR
FOTO: IST

BRI Salurkan KUR Rp83,88 Triliun hingga Kuartal II-2025

Pajak.com, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus menegaskan posisinya sebagai penggerak utama pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga akhir kuartal II-2025, BRI mencatatkan penyaluran KUR sebesar Rp83,88 triliun atau 47,93 persen dari total alokasi KUR nasional tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp175 triliun.

Penyaluran tersebut dilakukan dengan menjaga prinsip kehati-hatian dan kualitas pembiayaan yang solid. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang tetap terjaga di level 2,48 persen.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menjelaskan bahwa KUR bukan hanya instrumen pembiayaan, tetapi juga kunci untuk memperluas inklusi keuangan dan memperkuat sektor riil.

“KUR menjadi instrumen penting dalam memperluas inklusi keuangan, khususnya bagi pengusaha UMKM yang selama ini terkendala akses permodalan. Program ini mampu mendorong peningkatan produktivitas sekaligus menciptakan lapangan kerja di berbagai sektor strategis. Kami percaya bahwa pembiayaan yang tepat sasaran akan memperkuat kontribusi sektor riil terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkapnya dalam keterangan resmi, dikutip Pajak.com pada Senin (28/7/25).

Hery juga menekankan bahwa kemudahan akses terhadap modal akan berdampak besar terhadap kapasitas dan daya saing UMKM, terutama dalam mendorong skala usaha serta penciptaan lapangan kerja baru.

Menariknya, lebih dari separuh total KUR yang disalurkan BRI dialokasikan ke sektor produksi. Tercatat sebesar 63,63 persen dari total pembiayaan diberikan kepada sektor-sektor seperti pertanian, perikanan, industri pengolahan, dan kegiatan produksi lainnya.

Dari total penyaluran tersebut, sektor pertanian menjadi penyerap terbesar, dengan nilai pembiayaan mencapai Rp37,11 triliun atau sekitar 44,25 persen dari keseluruhan KUR yang telah digelontorkan hingga Juni 2025.

Fokus pembiayaan ke sektor produksi menunjukkan keberpihakan BRI terhadap sektor-sektor esensial yang berdampak luas bagi ketahanan ekonomi masyarakat. Sektor pertanian, misalnya, menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional dan salah satu motor utama penggerak ekonomi kerakyatan di daerah.

“KUR bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi merupakan langkah penting dalam mendorong pengusaha UMKM agar lebih tangguh dan produktif. Dalam menjalankan peran sebagai penggerak ekonomi di akar rumput, BRI terus memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui pemberdayaan hingga perluasan akses pasar agar pembiayaan semakin berdampak nyata terhadap pertumbuhan dan keberlanjutan usaha,” pungkas Hery.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *