in ,

Bos BI Optimistis Ekonomi RI Bakal Tumbuh Tinggi di Kuartal I-2026

Bos BI Optimistis Ekonomi RI Bakal Tumbuh Tinggi di Kuartal I-2026

Pajak.com, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat lebih tinggi pada kuartal I-2026, seiring berlanjutnya dukungan kebijakan pemerintah dan BI yang memperkuat permintaan domestik serta keyakinan pelaku usaha.

Perry menjelaskan bahwa kinerja ekonomi nasional terus menunjukkan perbaikan. Pada kuartal IV-2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,39 persen secara tahunan year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 5,04 persen.

“Ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi didukung berbagai kebijakan yang ditempuh pemerintah dan Bank Indonesia,” jelas Perry dalam konferensi pers, dikutip Pajak.com pada Jumat (20/2/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan tersebut terutama ditopang oleh permintaan domestik, khususnya konsumsi rumah tangga dan investasi. Menurutnya, hal ini sejalan dengan dampak positif berbagai stimulus kebijakan pemerintah serta bauran kebijakan BI.

Lebih lanjut, Perry menjelaskan bahwa secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 tercatat sebesar 5,11 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024 sebesar 5,03 persen yoy. Kenaikan tersebut juga diikuti dengan perbaikan kualitas ketenagakerjaan.

Ke depan, lanjut Perry, tren positif tersebut berlanjut pada kuartal I-2026. Konsumsi rumah tangga diperkirakan meningkat seiring berlanjutnya stimulus pemerintah, pelonggaran kebijakan moneter, serta ekspektasi konsumen yang terus membaik.

“Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi diprakirakan berlanjut pada kuartal I-2026. Konsumsi rumah tangga meningkat ditopang berbagai program stimulus pemerintah, pelonggaran kebijakan moneter, ekspektasi konsumen yang terus membaik serta peningkatan kegiatan ekonomi pada berbagai Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di kuartal I-2026 seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, dan Idulfitri 1447 H,” jelasnya.

Selain konsumsi, investasi juga diproyeksikan tumbuh lebih kuat, terutama didorong oleh investasi pemerintah termasuk program hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA) serta meningkatnya keyakinan pelaku usaha.

Untuk keseluruhan tahun 2026, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada dalam kisaran 4,9 hingga 5,7 persen yoy. Proyeksi tersebut sejalan dengan sinergi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia guna menjaga momentum pertumbuhan.

Perry menambahkan, BI akan terus memperkuat bauran kebijakan yang mencakup kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, serta bersinergi erat dengan kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil pemerintah.

“Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan berdaya tahan,” pungkasnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *