in ,

Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Naik Jadi Rp335 Triliun, Serap 44 Persen dari Dana Pendidikan

FOTO : IST

Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Naik Jadi Rp335 Triliun, Serap 44 Persen dari Dana Pendidikan

Pajak.com, Jakarta – Pemerintah menetapkan anggaran sebesar Rp335 triliun untuk program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menegaskan, alokasi MBG tersebut setara 44,21 persen dari total anggaran pendidikan sebesar Rp757,8 triliun.

“MBG [anggaran] saja naik Rp330 triliun sendiri. Jadi memang kenaikan belanja untuk beberapa prioritas pemerintah cukup besar,” ujar Sri Mulyani dalam pemaparan Nota Keuangan dan RAPBN 2026, dikutip Pajak.com pada Selasa (19/8/25).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menuturkan, program MBG telah ditopang oleh keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini berjumlah 5.885 unit dan telah beroperasi di 38 provinsi, 510 kabupaten, serta 7.200 kecamatan. Selain itu, ada hampir 19.000 satuan yang saat ini berada pada tahap persiapan operasional.

Ia menambahkan, hingga saat ini APBN yang terserap mencapai Rp10,3 triliun dan sepenuhnya digunakan untuk intervensi pemenuhan gizi. Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur MBG tidak melulu mengandalkan anggaran negara, melainkan turut didukung oleh partisipasi mitra.

“Jadi perlu saya sampaikan demikian, karena saya kira tadi Bu Menteri Keuangan menyampaikan juga bahwa infrastruktur tidak selalu harus dibiayai APBN. Dalam MBG ini seluruh infrastruktur yang sekarang sudah berjalan murni dibiayai oleh mitra,” tambahnya.

Dadan menuturkan, target MBG adalah menjangkau 82,9 juta penerima manfaat hingga akhir tahun 2026. Apabila target tersebut tercapai, pemerintah siap melaju cepat dari Januari hingga akhir 2026 mendatang.

“Dan untuk tahun 2026 jika target kami tercapai dengan 82,9 juta di akhir tahun ini, insyaallah seperti yang sudah disampaikan oleh Pak Presiden [Prabowo] bahwa dana MBG pada tahun 2026 senilai Rp335 triliun,” kata Dadan.

Ia menekankan, dengan kapasitas anggaran tersebut, pemerintah siap menyerap belanja MBG hingga Rp25 triliun setiap bulan sepanjang Januari sampai Desember 2026.

Dengan skema ini, program MBG bukan hanya menjadi salah satu proyek unggulan pemerintah dalam bidang pendidikan dan kesehatan, melainkan juga instrumen strategis untuk mendorong peredaran dana di masyarakat.

Selain MBG, anggaran pendidikan 2026 sebesar Rp757,8 triliun juga dialokasikan untuk berbagai program lain. Antara lain Bidikmisi/KIP Kuliah senilai Rp17,2 triliun bagi 1,2 juta mahasiswa, Program Indonesia Pintar Rp15,6 triliun bagi 21,1 juta siswa, beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Rp25 triliun untuk 4.000 mahasiswa.

Kemudian, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Rp64,3 triliun bagi 53,6 juta siswa, Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) PAUD Rp5,1 triliun bagi 17,1 juta siswa, serta pembangunan Sekolah Unggul Garuda di sembilan lokasi. Selain itu, dialokasikan Rp178,7 triliun untuk guru, dosen, dan tenaga kependidikan, termasuk tunjangan profesi, tambahan penghasilan, dan gaji pendidik.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *