in ,

Trump Ingin Pajak Penghasilan Dihapus, Klaim Tarif Impor Bisa Gantikan Penerimaan

FOTO : IST

Trump Ingin Pajak Penghasilan Dihapus, Klaim Tarif Impor Bisa Gantikan Penerimaan

Pajak.com, Washington D.C.  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan keinginannya untuk menghapus Pajak Penghasilan (PPh) secara keseluruhan, dengan alasan penerimaan tarif impor dinilai cukup untuk menggantikan pendapatan negara dari pajak tersebut. Berbicara kepada anggota militer AS melalui panggilan video pada perayaan Thanksgiving lalu, Trump mengatakan bahwa perubahan besar itu bisa diwujudkan dalam beberapa tahun ke depan.

“Dalam beberapa tahun ke depan, saya pikir kita akan memangkas secara substansial dan mungkin benar-benar menghapus pajak penghasilan. Bisa hampir sepenuhnya dihapus, karena uang yang kita terima akan sangat besar,” kata Trump, dikutip Pajak.com, Sabtu (28/11/2025).

Meski tidak menjelaskan bagaimana skema itu akan dijalankan atau pun dampaknya terhadap struktur penerimaan negara, ini bukan kali pertama Trump mengaitkan penerimaan tarif dengan rencana penghapusan PPh. Dalam unggahan di Truth Social pada 27 April, ia menyatakan penerimaan dari tarif impor dapat membuat pengenaan PPh warga AS berkurang substansial, dengan fokus pada kelompok Wajib Pajak yang berpenghasilan di bawah 200 ribu dolar AS per tahun.

Baca Juga  Aturan Baru P3B: Praktisi Soroti Tantangan Perluasan Pengujian “Beneficial Owner” bagi Wajib Pajak

Trump selama ini mempertahankan posisi bahwa tarif, bukan pajak, merupakan sumber utama kekayaan nasional. Lewat unggahan di platform yang sama, ia juga menulis bahwa tarif impor menciptakan kekayaan besar bagi negara, dan meyakini kebijakan tarif mampu melunasi utang nasional sekaligus membuat AS berjaya kembali.

“Tarif, dan hanya tarif, yang menciptakan kekayaan besar bagi negara kita. Setelah itu kita beralih ke pajak penghasilan, dan kita tidak pernah sekaya pada masa ketika tarif masih digunakan. Menurut saya, tarif mampu melunasi utang negara dan membuat Amerika kembali makmur,” tutur Trump.

Sebagaimana diketahui, Trump memberlakukan putaran baru tarif terhadap berbagai mitra dagang AS tak lama setelah kembali ke Gedung Putih awal tahun ini. Hampir semua produk impor dikenai bea masuk antara 10 persen hingga 50 persen, tergantung negara asal. Trump berkeyakinan, kenaikan pajak impor akan meningkatkan penerimaan federal dan mendorong konsumen membeli produk buatan AS.

Baca Juga  GNV Consulting Kupas PMK 112/2025: Penggunaan “Tax Treaty” Kini Lebih Ketat

Di tengah kebijakan tarif tersebut, Indonesia turut merasakan dampaknya. Tarif impor produk Indonesia ke pasar AS kini berada di kisaran 19 persen, turun dari angka awal 32 persen. Penyesuaian itu dicapai melalui komunikasi langsung antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Trump. Indonesia juga masih akan melanjutkan negosiasi untuk sejumlah komoditas strategis agar dapat memperoleh tarif nol persen, khususnya bagi produk yang tidak dapat diproduksi di AS.

Bagi-Bagi Dividen

Di tengah kebijakan tarif agresif tersebut, Trump juga ingin bagi-bagi dividen sebesar 2.000 dolar AS per orang, dengan pengecualian bagi individu berpenghasilan tinggi. Ia menyebut, dana tunai itu berasal dari penerimaan tarif impor yang menurutnya sudah mencapai triliunan dolar AS.

Baca Juga  GNV Consulting Kupas PMK 112/2025: Penggunaan “Tax Treaty” Kini Lebih Ketat

Trump berpendapat, penerimaan tersebut cukup untuk mulai membayar utang nasional—yang kini sekitar 37 triliun dolar AS—sekaligus membiayai pemberian uang tunai langsung kepada masyarakat.

“Dividen setidaknya 2.000 dolar AS per orang akan dibayarkan kepada semua orang,” tulis Trump.

Usulan itu disampaikan tak lama setelah Mahkamah Agung menggelar sidang pada 5 November. Sejumlah hakim menyampaikan keraguan terhadap legalitas tarif yang diberlakukan pemerintahan Trump, sebuah indikasi bahwa banyak dari tarif tersebut berpotensi dibatalkan. Jika dibatalkan, pengembalian dana kepada importir bisa melampaui 100 miliar dolar AS.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *