Sidak KPP, Bos DJP Dengar Langsung Pengalaman Wajib Pajak Soal Coretax
Pajak.com, Makassar – Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Bimo Wijayanto sidak Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Makassar Utara. Dalam momentum ini Bos Direktur Jenderal Pajak (DJP) ini mendengar langsung pengalaman Wajib Pajak soal penggunaan Coretax.
“Coretax, sistem administrasi baru yang diharapkan meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi layanan perpajakan,” jelas Bimo dalam keterangan tertulis, dikutip Pajak.com (5/11/25).
Ia juga mengatakan bahwa kunjungan ke KPP Pratama Makassar Utara merupakan upaya untuk memastikan kualitas layanan kepada Wajib Pajak dilakukan sesuai dengan standardisasi operasional prosedur (SOP).
“Kualitas pelayanan pajak tidak hanya diukur dari kecepatan proses, tetapi juga dari ketulusan dan integritas dalam membantu Wajib Pajak. Setiap interaksi adalah cerminan nilai-nilai yang kita pegang sebagai abdi negara,” tegas Bimo.
Selain itu, ia turut menyapa seluruh pegawai KPP Pratama Makassar Utara dan memberikan arahan untuk senantiasa menjaga integritas, profesionalisme, dan semangat pelayanan publik. Hal ini diharapkan dapat membangun mentalitas positif di lingkungan kerja.
“Setiap pegawai memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan berorientasi pada kepuasan Wajib Pajak,” ujar Bimo.
Dengan pelayanan prima dan budaya kerja berintegritas, yang semakin mengakar di setiap pegawai pajak, Bimo optimistis kepercayaan masyarakat terhadap DJP akan terus meningkat.
Sebagaimana diketahui, saat ini tim ahli information technology (IT) Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa masih melakukan perbaikan Coretax.
“Hal-hal yang bisa [diperbaiki] di tangan kita sudah kita perbaiki semaksimal mungkin, kelihatannya sudah semakin cepat sekarang Coretax-nya, walaupun masih ada kesalahan sedikit dalam hal ini [kendala] kasuistik sekali, bukan general. Saya sudah cek dalam 5 menit dalam 10 menit tidak ada kesalahan, [tapi] ada error, artinya masih belum sempurna,” ungkap Purbaya kepada awak media di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), pada (24/10/25).
Sepanjang Oktober 2025, tim ahli IT yang berasal dari luar Kemenkeu itu memperbaiki desain interface dan memperkuat cyber security untuk mencegah kebobolan data.
“Kalau kita tes, cyber security-nya sebelum orang [tim IT] saya masuk, dari 100 nilainya cuma 30. Artinya, gampang sekali dibobol. Saya enggak tahu yang itu gara-gara kebanyakan orang masuk ke sistem atau ada orang yang mengganggu sistemnya dari luar? yang jelas cyber security-nya akan kita perbaiki terus dan saya yakin akan cepat baiknya,” ungkap Purbaya.

Comments